Abstrak
ANALISIS PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY LEARNING (GIL) TERINTEGRASI EDUCATION FOR SUSTANABLE DEVELOPMENT (ESD) TERHADAP LITERASI LINGKUNGAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA KELAS XI SMA NEGERI 3 SURAKARTA.
Oleh :
Dwi Qomiratun - K3322030 - Fak. KIP
Dwi Qomiratun. K3322030. Pembimbing Prof. Dr. Mohammad Masykuri, M. Si.,
CTMP., CIIQA. ANALISIS PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN
GUIDED INQUIRY LEARNING (GIL) TERINTEGRASI EDUCATION FOR
SUSTANABLE DEVELOPMENT (ESD) TERHADAP LITERASI
LINGKUNGAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA
MATERI KESETIMBANGAN KIMIA KELAS XI SMA NEGERI 3
SURAKARTA. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Sebelas Maret, Surakarta, Juli 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis pengaruh signifikan model
pembelajaran Guided Inquiry Learning terintegrasi ESD terhadap literasi
lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 3 Surakarta, 2) menganalisis pengaruh
signifikan model pembelajaran Guided Inquiry Learning terintegrasi ESD terhadap
keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 3 Surakarta pada materi
Kesetimbangan kimia, 3) Mendeskripsikan tingkat ketercapaian literasi lingkungan
siswa, dan 4) Mendeskripsikan tingkat ketercapaian keterampilan berpikir kritis
siswa melalui model pembelajaran GIL terintegrasi ESD. Metode penelitian
menggunakan desain penelitian mixed methods dengan strategi Sequential
Explanatory. Sampel yang digunakan diperoleh melalui teknik cluster random
sampling untuk data kuantitatif yaitu kelas XIF-2 sebagai kelas eksperimen dan
XIF-1 sebagai kelas kontrol di SMA Negeri 3 Surakarta tahun ajaran 2025/2026
dan teknik purposive sampling berdasarkan kategori kemampuan siswa.
Pengambilan data dilakukan terlebih dahulu pada data kuantitatif, kemudian sampel
kualitatif ditentukan dari hasil data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat pengaruh signifikan model GIL terintegrasi ESD terhadap literasi
lingkungan siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa (uji Kruskal Wallis Asymp.
Sig.= 0,000 < 0,05). Model ini lebih efektif dibandingkan pembelajaran
konvensional dalam meningkatkan literasi lingkungan, yang ditunjukkan oleh
rerata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 85,14 lebih tinggi daripada kelas
kontrol sebesar 73,05, serta nilai N-Gain kategori sedang (0,621) dibandingkan
kategori rendah (0,251). Selain itu, rerata keterampilan berpikir kritis siswa pada
kelas eksperimen (79,14) juga lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (61,80).
Tingkat ketercapaian literasi lingkungan pada kelas eksperimen berada pada
kategori baik, dengan capaian tertinggi pada aspek kemampuan kognitif dan
perilaku (87%) serta capaian terendah pada aspek sikap (81%). Tingkat
ketercapaian keterampilan berpikir kritis juga berada pada kategori baik, dengan
indikator tertinggi pada kemampuan mengobservasi (93%), sedangkan indikator
terendah pada kemampuan pengambilan keputusan (68–69%). Kesimpulan
penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran GIL terintegrasi ESD efektif
meningkatkan literasi lingkungan dan keterampilan berpikir kritis siswa pada
materi kesetimbangan kimia.