Abstrak
Alih Media Arsip Vital guna Mempermudah Temu Kembali Arsip di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta
Oleh :
Zahra Budiyanto - V0723087 - Sekolah Vokasi
Jumlah arsip vital yang masuk ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kota Surakarta terus meningkat setiap tahun, dari 278 arsip pada tahun 2022
menjadi 416 arsip pada tahun 2025. Temu kembali arsip masih mengandalkan cara
konvensional, yaitu memeriksa data pada Microsoft Excel lalu menelusuri fisik
arsip satu per satu di lemari roll o pack. Cara kerja tersebut memakan
waktu lama dan rawan menghambat pelayanan ketika arsip dibutuhkan secara cepat.
Fenomena tersebut mendorong penelitian ini untuk mendeskripsikan proses alih media
arsip vital, menjelaskan proses temu kembali arsip, serta mengidentifikasi
hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif
dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi
partisipatif, dan dokumentasi. Kualitatif deskriptif adalah pendekatan yang
digunakan untuk mendapatkan pengetahuan atau teori dari peneliti terdahulu
melalui literatur, baik itu buku maupun jurnal nasional atau internasional. Analisis
data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses alih media
arsip vital dilaksanakan melalui delapan tahapan, yaitu perencanaan kegiatan
alih media, penentuan prioritas arsip, persiapan kegiatan alih media,
pengelolaan metadata, proses pemindaian arsip fisik, manajemen mutu,
penyimpanan arsip digital. Proses temu kembali arsip vital dilaksanakan melalui
empat tahapan, yaitu permintaan arsip, penelusuran lokasi arsip, pemeriksaan
ketepatan arsip, dan penyerahan arsip, di mana waktu temu kembali arsip digital
hanya membutuhkan 1 hingga 5 menit dibandingkan arsip fisik yang memerlukan 10
hingga 30 menit. Meskipun proses alih media telah terlaksana dan mempercepat
waktu dalam temu kembali, terdapat beberapa hambatan yang ditemui meliputi
keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sarana prasarana, dan arsip vital
tidak terkelola dengan baik.