Abstrak


KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA INSANG DAN ORGAN PENCERNAAN KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DI KAWASAN HUTAN MANGROVE WANA TIRTA, KULON PROGOKANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA INSANG DAN ORGAN PENCERNAAN KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DI KAWASAN HUTAN MANGROVE WANA TIRTA, KULON PROGO


Oleh :
Arintaningsih - M0422016 - Fak. MIPA

Peningkatan aktivitas antropogenik berkontribusi terhadap tingginya pencemaran plastik di lingkungan. Sampah plastik yang terdegradasi secara fisik dan kimia akan terfragmentasi menjadi partikel berukuran <5 mm yang dikenal sebagai mikroplastik. Mikroplastik dapat terakumulasi pada lingkungan terutama di kawasan hutan mangrove yang memiliki sistem perakaran kompleks. Melalui rantai makanan, mikroplastik berpotensi masuk ke tubuh biota akuatik, termasuk kepiting bakau (Scylla spp.), dan dapat menimbulkan risiko lebih lanjut bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan, karakteristik, dan kelimpahan mikroplastik pada sampel insang dan organ pencernaan kepiting bakau, perairan, dan sedimen di kawasan Hutan Mangrove Wana Tirta, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.Penelitian dilakukan dari akhir bulan Januari hingga Juli 2026 di Kawasan Hutan Mangrove Wana Tirta dengan 3 titik stasiun dan Laboratorium Program Studi Biologi, UNS. Isolasi mikroplastik dari sampel kepiting menggunakan larutan H₂O₂ (30%) dan KOH, sedangkan pada sampel air dan sedimen menggunakan kombinasi H₂O₂ (30%), H₂SO₄, dan NaCl. Data yang diperoleh berupa karakteristik dan kelimpahan mikroplastik pada setiap sampel. Kelimpahan mikroplastik dianalisis menggunakan aplikasi SPSS dengan uji One Way ANOVA untuk perbandingan kelimpahan setiap stasiun, uji Two Way  ANOVA untuk perbandingan kelimpahan pada dua organ berbeda di setiap stasiun, dan uji Korelasi untuk mengetahui keterkaitan kelimpahan mikroplastik pada insang dan organ pencernaan kepiting bakau dengan lingkungan (air dan sedimen).