Abstrak


Analisis Berpikir Kritis Peserta Didik dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Sukoharjo


Oleh :
Umi Nur Khasanah - K4422078 - Fak. KIP

Abstrak Umi Nur Khasanah. K4422078. Pembimbing: Prof. Dr. Djono, M.Pd. ANALISIS BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 SUKOHARJO. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Perencanaan pembelajaran sejarah dalam upaya menumbuhkan berpikir kritis peserta didik di SMA Negeri 1 Sukoharjo, 2) Pelaksanaan pembelajaran sejarah dalam upaya menumbuhkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di SMA Negeri 1 Sukoharjo, 3) Tingkat berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Sukoharjo, 4) Faktor yang mendukung dan menghambat untuk menumbuhkan berpikir kritis peserta didik dalam Pembelajaran Sejarah di SMA N 1 Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini meliputi Informan, dokumen dan peristiwa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, angket, soal tes dan studi dokumen. Teknik validitas yang digunakan adalah triangulasi metode dan sumber data. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Pada tahap perencanaan, guru telah mamasukkan aspek berpikir kritis dalam pembelajaran. Integrasi berpikir kritis tersebut tercermin dari media pembelajaran yang memfasilitasi berpikir kritis peserta didik, penugasan yang mengutamakan indikator berpikir kritis dan model pembelajaran yang diarahkan untuk menumbuhkan berpikir kritis peserta didik. (2) Pelaksanaan pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Sukoharjo telah mengakomodasi upaya menumbuhkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. (3) Tingkat berpikir kritis peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Sukoharjo pada pembelajaran sejarah sebagian mencapai kategori tinggi dan sedang dengan skor rata-rata keseluruhan indikator yakni 73,74%. (4) Penerapan pembelajaran sejarah dalam upaya menumbuhkan berpikir kritis tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung dan penghambat. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah minat, tingkat literasi dan kesiapan siswa. Ketiga faktor tersebut dapat menjadi pendukung apabila berada pada kondisi yang baik, namun juga dapat menjadi penghambat apabila tidak mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama antara guru, peserta didik, dan pihak sekolah untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang mampu mendukung berkembangnya kemampuan berpikir kritis peserta didik secara optimal.