Abstrak


KOMPETENSI KOMUNIKASI PERANTAU JAWA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KEHARMONISAN ANTARBUDAYA DI KUALA KENCANA, TIMIKA, PAPUA


Oleh :
Afifah Rahmani Putri - D0222006 - Fak. ISIP

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kehidupan masyarakat multikultural di Kuala Kencana, Timika, Papua yang mempertemukan individu dari berbagai latar belakang budaya, termasuk perantau Jawa. Perbedaan budaya, bahasa, dan gaya komunikasi berpotensi menimbulkan hambatan dalam interaksi antarbudaya, sehingga diperlukan kompetensi komunikasi untuk menciptakan hubungan yang harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi komunikasi perantau Jawa dalam komunikasi antarbudaya, permasalahan yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan komunikasi di Kuala Kencana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan perantau Jawa di Kuala Kencana serta informan triangulasi. Penelitian ini menggunakan teori kompetensi komunikasi antarbudaya yang meliputi aspek knowledge (pengetahuan), skills (keterampilan), dan motivation (motivasi).Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kompetensi komunikasi perantau Jawa dilakukan dengan mempertahankan identitas budaya Jawa, mempelajari budaya lokal, berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan, serta membangun hubungan yang harmonis melalui komunikasi yang terbuka, toleran, dan saling menghargai. Penelitian ini juga menemukan adanya permasalahan berupa gagap budaya pada awal masa perantauan yang ditandai dengan perasaan terasing akibat belum mampu membaur, persepsi awal terhadap kelompok budaya lain, perbedaan gaya komunikasi, serta kesalahpahaman makna pesan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perantau Jawa berupaya mempelajari budaya lokal, meningkatkan interaksi sosial, berpartisipasi dalam kegiatan lintas budaya, serta mengembangkan kemampuan komunikasi yang adaptif sehingga mampu mewujudkan keharmonisan antarbudaya di Kuala Kencana. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi perantau Jawa berkembang melalui proses adaptasi secara bertahap dan didukung oleh lingkungan sosial multikultural yang inklusif, sehingga mampu menciptakan komunikasi antarbudaya yang harmonis di Kuala Kencana.