Abstrak
Daya Tampung dan Tingkat Partisipasi Masyarakat di Objek Wisata Kecamatan Ngargoyoso berdasarkan Tourism Area Life Cycle (TALC) Tahun 2026
Oleh :
Alya Amalia Nabilla Putri - K5422005 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis daya
tampung objek wisata di Kecamatan Ngargoyoso dalam menampung kunjungan
wisatawan berdasarkan perhitungan Physical Carrying Capacity (PCC) dan Real
Carrying Capacity (RCC), (2) menganalisis tingkat partisipasi masyarakat
pada objek wisata di Kecamatan
Ngargoyoso untuk menentukan posisi pada Tourism Area Life
Cycle, dan (3) menganalisis arahan pengembangan yang sesuai dengan
kondisi objek wisata di Kecamatan Ngargoyoso. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan keruangan (spasial). Sumber
data penelitian meliputi data primer berupa data observasi lapangan, kuesioner
yang disebarkan kepada masyarakat sekitar di 15 objek wisata, serta data
sekunder berupa data kunjungan wisatawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan perhitungan nilai Physical
Carrying Capacity (PCC) dan Real Carrying Capacity (RCC), tingkat
partisipasi masyarakat, analisis Tourism Area Life Cycle (TALC), dan
arahan pengembangan destinasi wisata.Hasil analisis
Physical Carrying Capacity (PCC) dan Real Carrying Capacity (RCC)
terhadap 15 objek wisata di Kecamatan Ngargoyoso menunjukkan bahwa 14 objek
wisata terklasifikasi ke dalam kategori Daya Dukung Terlampui dan 1 objek
wisata terklasifikasi ke dalam kategori Daya Dukung Tinggi. Nilai PCC tertinggi
dimiliki oleh Kebun Teh Kemuning sebesar 7.385 orang/hari dan nilai RCC
tertinggi juga dimiliki oleh Kebun Teh Kemuning sebesar 295 orang/hari. Hasil
analisis tingkat partisipasi masyarakat berdasarkan teori partisipasi Arnstein
menunjukkan bahwa sebagian besar objek wisata di Kecamatan Ngargoyoso telah
mencapai kategori Citizen Power. Berdasarkan penentuan posisi Tourism
Area Life Cycle (TALC), terdapat 13 objek wisata berada pada fase Development
dan 2 objek wisata masih berada pada fase Involvement.
Berdasarkan
penggabungan antara hasil analisis daya tampung, tingkat partisipasi
masyarakat, dan posisi TALC, menghasilkan sebuah arahan pengembangan objek
wisata di Kecamatan Ngargoyoso yang terbagi menjadi dua kategori yaitu harus
dikendalikan dan dikelola serta dapat dikembangkan.