Abstrak


ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DAN DAYA DUKUNG FISIK (PHYSICAL CARRYING CAPACITY) UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2026


Oleh :
Salsabila Salma Azizah - K5422078 - Fak. KIP

Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merupakan salah satu kawasan unggulan pariwisata di Jawa Tengah yang memiliki potensi ekowisata berbasis alam sangat tinggi. Dengan karakteristik geografis berupa dataran tinggi pada ketinggian 800–1.200 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menjadi lokasi bagi lima objek ekowisata yang telah ditetapkan secara administratif, yaitu Gunung Gajah, Kalipasang, Pendakian Gunung Telomoyo Via Arsal, Pendakian Gunung Merbabu Via Thekelan, dan Umbul Songo. Namun, penetapan tersebut belum didukung kajian ilmiah yang komprehensif mengenai kesesuaian lahan dan kapasitas daya dukung fisik kawasan, sehingga berpotensi menimbulkan degradasi lingkungan dan overtourism. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat kesesuaian lahan untuk pengembangan ekowisata di Kecamatan Getasan; (2) menganalisis kapasitas daya dukung fisik (Physical Carrying Capacity/PCC) objek ekowisata; dan (3) menyusun arahan pengembangan ekowisata yang optimal berdasarkan integrasi kedua analisis tersebut. Penelitian menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan variabel kesesuaian lahan yang mencakup variabel lansekap, margasatwa, topografi, aksesibilitas, dan permukiman, yang kemudian diolah secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis. Sementara itu, daya dukung fisik dihitung menggunakan formula Cifuentes (1992). Hasil analisis kesesuaian lahan menunjukkan seluruh objek ekowisata di Kecamatan Getasan masuk dalam kategori kesesuaian sedang (S2) dengan rentang nilai 2,68 hingga 3,25, tanpa ada yang mencapai kategori kesesuaian tinggi (S1). Pendakian Gunung Telomoyo Via Arsal memperoleh nilai kesesuaian tertinggi (3,25), sedangkan Umbul Songo memperoleh nilai terendah (2,68). Adapun hasil perhitungan PCC menunjukkan kapasitas fisik tertinggi pada Kalipasang (307 orang/hari), disusul Pendakian Telomoyo Via Arsal (369 orang/hari), Umbul Songo (492 orang/hari), Gunung Gajah (527 orang/hari), dan Pendakian Merbabu Via Thekelan (533 orang/hari). Seluruh objek ekowisata mencatat jumlah kunjungan aktual yang jauh di bawah nilai PCC–nya masing–masing. Berdasarkan integrasi hasil kesesuaian lahan dan PCC, seluruh objek ekowisata di Kecamatan Getasan diklasifikasikan ke dalam Zona Pengembangan. Arahan pengembangan diarahkan pada kegiatan berdampak rendah (low–impact tourism), penerapan kuota kunjungan berbasis PCC, penguatan peran masyarakat lokal melalui community–based tourism, serta peningkatan fasilitas tanpa pembangunan infrastruktur permanen guna menjaga keberlanjutan ekologis kawasan.