Abstrak
Pembuatan Abon Ayam Dengan Penambahan Jamur Tiram Sebagai Pangan Fungsional Kaya Serat
Oleh :
Ronny Ardeyanto - V1823062 - Fak. Pertanian
ABSTRAKABON AYAM DENGAN
PENAMBAHAN JAMUR TIRAM SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL KAYA SERATAbon
ayam merupakan salah satu produk olahan daging yang banyak diminati masyarakat
karena memiliki cita rasa khas, praktis dikonsumsi, dan memiliki umur simpan
relatif panjang. Abon ayam umumnya memiliki kandungan serat yang rendah
sehingga diperlukan inovasi produk melalui penambahan jamur tiram (Pleurotus
ostreatus) sebagai sumber serat pangan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui proses pembuatan, menentukan formula terbaik berdasarkan uji
sensoris, menganalisis karakteristik kimia produk, serta mengevaluasi kelayakan
usaha dari abon ayam dengan penambahan jamur tiram. Penelitian menggunakan
empat formulasi, yaitu F0 (57% daging ayam : 0% jamur tiram), F1 (45% daging
ayam : 12% jamur tiram), F2 (40% daging ayam : 17% jamur tiram), dan F3 (35%
daging ayam : 22% jamur tiram). Proses pembuatan meliputi persiapan bahan,
perebusan dan pensuwiran daging ayam, pengukusan serta pensuwiran jamur tiram,
penghalusan bumbu, penumisan, penambahan santan dan gula jawa, pencampuran
bahan utama, penggorengan selama 60 menit pada suhu 115°C, pengepresan minyak,
pendinginan, dan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik
adalah F3, dengan nilai hedonik warna 4,27,
aroma 4,10, rasa 4,20, tekstur 4,03,
dan overall 4,33. Hasil analisis kimia formula terbaik
menunjukkan kadar air 12,50%, kadar abu 4,10%,
kadar lemak 20,60%, kadar protein 13,70%,
kadar karbohidrat 48,90%, dan kadar serat pangan 8,93%.
Berdasarkan hasil analisis ekonomi, usaha pembuatan abon ayam dengan penambahan
jamur tiram dinyatakan layak untuk dijalankan, ditunjukkan
oleh nilai HPP Rp 10.585, BEP Rp 10.585, NPV 430.306.206, IRR 206%, B/C Ratio 1,55,
dan Payback Period 5,70 yang memenuhi kriteria kelayakan usaha sebagaimana
hasil perhitungan pada laporan penelitian.