Abstrak
Pengaruh Ekstrak Buah Ciplukan (Physalis angulata) terhadap Biomarker Inflamasi (TNF-α, Laktat dan CRP) pada Tikus Jantan Model Sepsis
Oleh :
Betha Purba Praj Rahmatika - S962302004 - Fak. Kedokteran
PENGARUH
EKSTRAK BUAH CIPLUKAN (Physalis angulata) TERHADAP BIOMARKER INFLAMASI (TNF-α,
LAKTAT dan CRP) PADA TIKUS JANTAN MODEL SEPSISBetha
Purba Praj Rahmatika1, R Satriyo Budi Susilo2, Aryo
Suseno2, Eti Poncorini Pamungkasari3, Triyanta Yuli
Pramana21)
Residen Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Sebelas Maret/RSUD Dr. Moewardi; 2)
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Sebelas Maret/RSUD Dr. Moewardi;
3) Staff Pengajar FK Universitas Sebelas MaretLatar Belakang: Sepsis merupakan disfungsi organ
yang mengancam jiwa akibat respons imun inang yang tidak terkontrol terhadap
infeksi, ditandai dengan badai sitokin, gangguan metabolik, dan hipoperfusi
jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian
ekstrak buah ciplukan (Physalis angulata) terhadap biomarker inflamasi yaitu
Tumor Necrosis Factor-Alpha (TNF-α), laktat, dan C-Reactive Protein
(CRP) pada tikus jantan model sepsis.Metode: Penelitian ini merupakan studi
eksperimental in vivo menggunakan tikus putih jantan galur Wistar (Rattus
norvegicus). Sebanyak 32 ekor tikus dibagi secara acak ke dalam 4 kelompok
(masing-masing kelompok
):
Kelompok Kontrol Sepsis (KS) yang hanya diinduksi Lipopolisakarida (LPS) tanpa
ekstrak, serta Kelompok Perlakuan 1 (KP1), 2 (KP2), dan 3 (KP3) yang diinduksi
LPS dosis 0,3 mg/kgBB secara intraperitoneal dan diberikan ekstrak buah
ciplukan masing-masing dengan dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB.
Kadar TNF-α, laktat, dan CRP diukur dari sampel darah tikus setelah periode
perlakuanHasil: Hasil analisis statistik
menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar ketiga biomarker
antar kelompok perlakuan (
).
Kelompok kontrol sepsis (KS) menunjukkan nilai rerata biomarker tertinggi.
Pemberian ekstrak buah ciplukan mampu menurunkan kadar TNF-α, laktat, dan CRP
secara signifikan, dengan penurunan paling optimal ditemukan pada dosis
tertinggi yaitu 400 mg/kgBB (KP3) (
dibandingkan kelompok kontrol). Penurunan
kadar biomarker ini menunjukkan efek yang bergantung pada dosis (dose-dependent).
Kesimpulan: Pemberian ekstrak buah ciplukan (Physalis
angulata) secara signifikan menurunkan respons inflamasi sistemik pada tikus
model sepsis melalui penurunan kadar TNF-α, laktat, dan CRP. Senyawa bioaktif
dalam buah ciplukan berpotensi untuk dikembangkan sebagai terapi adjuvan
(pendamping) yang efektif dalam tata laksana sepsis