Abstrak
Eksplorasi Ikan Belida dalam Karya Seni Patung
Oleh :
Nabila Ghaisani - C0621038 - Fak. Seni Rupa dan Desain
Nabila Ghaisani. C0621038. 2026, “Eksplorasi Ikan Belida dalam Karya Seni Patung”. Skripsi Minat Penciptaan Seni, Program Studi Seni Rupa, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Ikan Belida (Chitala lopis) merupakan fauna air tawar yang memiliki nilai ekologis, budaya, dan historis bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya sebagai ikon Kota Palembang. Ikan Belida mengalami penurunan populasi akibat pencemaran, degradasi habitat, dan eksploitasi berlebihan mendorong adanya pelestarian dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian Ikan Belida Berdasarkan kondisi tersebut, penciptaan karya ini menawarkan kebaruan (novelty) melalui eksplorasi Ikan Belida sebagai objek seni yang tidak hanya keunikan anatomi dan karakter visualnya, tetapi juga merepresentasikan simbol budaya, memori kolektif masyarakat Palembang. Penciptaan karya ini bertujuan mengeksplorasi bentuk anatomi Ikan Belida sebagai sumber ide penciptaan seni patung, mengembangkan eksplorasi material, media, dan teknik, serta memvisualisasikan nilai ekologis dan identitas budaya Ikan Belida melalui karya seni. Metode yang digunakan mengacu pada metode penciptaan seni karya S.P. Gustami 2007: 230 yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dimulai dengan studi pustaka, observasi, dan dokumentasi objek; tahap perancangan diwujudkan dalam penyusunan konsep, sketsa, dan pembuatan maket; sedangkan tahap perwujudan meliputi pembuatan model tanah liat, pencetakan menggunakan fiberglass, pewarnaan akrilik, hingga tahap penyelesaian karya. Hasil penciptaan berupa lima karya patung berjudul Ikan Makan Ikan, Tengkorak, Gadis Palembang, Memakan Waktu, dan Berenang. Setiap karya merepresentasikan Ikan Belida tidak hanya sebagai objek visual, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya Palembang, memori kolektif, serta kritik terhadap kerusakan ekosistem Sungai Musi. Penciptaan ini menawarkan kebaruan melalui pengintegrasian eksplorasi bentuk Ikan Belida dengan isu konservasi dan identitas lokal dalam medium patung fiberglass, sehingga karya diharapkan mampu menjadi media edukasi sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pelestarian Ikan Belida dan lingkungan perairannya. Karya patung yang dihasilkan mengintegrasikan aspek estetika, konservasi, dan identitas lokal sehingga mampu menghadirkan pengalaman visual sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian Ikan Belida sebagai salah satu kekayaan hayati dan budaya Sumatera Selatan.