Abstrak


Analisis Value Engineering Terhadap Pekerjaan Perkerasan Pada Proyek Rekonstruksi Jalan


Oleh :
Muhammad Zaidan Kurniawan - I0122134 - Fak. Teknik

Muhammad Zaidan Kurniawan. 2026. Analisis Value Engineering terhadap Pekerjaan Perkerasan pada Proyek Rekonstruksi Jalan (Studi Kasus: Proyek Rekonstruksi Jalan Dr. Rajiman, Kota Surakarta). Tugas Akhir. Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Salah satu tantangan dalam pelaksanaan proyek konstruksi di Indonesia adalah keterbatasan dana, meningkatnya biaya operasional, serta tuntutan untuk menjaga efisiensi, mutu, dan waktu pelaksanaan. Kondisi tersebut memerlukan metode analisis yang mampu menghasilkan alternatif pekerjaan dengan nilai yang lebih optimal. Penelitian ini menerapkan Value Engineering untuk menentukan item pekerjaan yang berpotensi dianalisis serta membandingkan aspek biaya, mutu, dan waktu antara kondisi eksisting dan alternatif terpilih.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pihak pelaksana proyek, sedangkan data sekunder meliputi Rencana Anggaran Biaya, gambar kerja, dokumen proyek, dan hasil penelitian terdahulu. Analisis dilakukan melalui tahapan Value Engineering, yaitu tahap informasi, kreatif, analisis, pengembangan, dan rekomendasi. Item pekerjaan dengan kontribusi biaya terbesar ditentukan melalui cost breakdown dan prinsip Pareto, sedangkan pemilihan alternatif dilakukan menggunakan metode Zero-One dan Matriks Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan perkerasan lentur merupakan komponen pekerjaan dengan biaya terbesar. Alternatif AC-WC RAP 30% terpilih sebagai alternatif terbaik dan menghasilkan biaya sebesar Rp4.637.097.535 dari biaya awal sebesar Rp5.874.125.892. Penerapan alternatif tersebut memberikan penghematan sebesar Rp1.237.028.357 atau 21,06%. Pada aspek mutu, AC-WC eksisting dan AC-WC RAP 30% sama-sama memperoleh skor 10 karena seluruh parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, dan Marshall Quotient memenuhi persyaratan teknis yang digunakan dalam penelitian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan RAP 30% tidak menurunkan tingkat pemenuhan mutu dibandingkan dengan material eksisting. Pada aspek waktu, RAP 30% memerlukan waktu pelaksanaan sekitar 12 hari, sedangkan AC-WC eksisting memerlukan waktu sekitar 9 hari. Penambahan waktu tersebut disebabkan oleh adanya proses pemilahan dan screening material RAP. Berdasarkan hasil analisis, AC-WC RAP 30% dinilai mampu memberikan keseimbangan terbaik antara efisiensi biaya, pemenuhan mutu, dan kelayakan waktu pelaksanaan.