Abstrak


Analisis Keberlanjutan Umkm Batik Ditinjau Dari Dimensi Pemasaran, Regenerasi, Dan Lingkungan: Studi Kasus Pada Tiga UMKM Di Kampung Batik Laweyan


Oleh :
Hidayatun Nisa - K7522050 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi keberlanjutan UMKM Batik di Kampung Batik Laweyan ditinjau dari dimensi pemasaran, regenerasi, dan lingkungan melalui studi kasus  terhadap tiga UMKM yang merepresentasikan skala usaha mikro, kecil, dan menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan tiga UMKM Batik sebagai unit kasus, yaitu Batik Tjap Tiga Negeri (skala mikro), Batik Putra Laweyan (skala kecil), dan Batik Mahkota Laweyan (skala menengah). Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, dengan informan ditentukan menggunakan purposive sampling yang dilengkapi snowball sampling, sementara validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik serta dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif, baik dalam setiap kasus maupun lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga UMKM Batik memiliki profil keberlanjutan yang berbeda sejalan dengan skala usahanya. Batik Tjap Tiga Negeri menunjukkan weak sustainability pada ketiga dimensi, dengan pemasaran yang masih konvensional, belum adanya mekanisme suksesi, serta pengelolaan limbah yang sangat minim. Batik Putra Laweyan menunjukkan profil transitional sustainability, ditandai dengan mulai dimanfaatkannya media sosial untuk pemasaran, keterlibatan generasi kedua secara informal, serta keikutsertaan dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Batik Mahkota Laweyan menunjukkan strong sustainability, dengan strategi pemasaran yang terintegrasi hingga menjangkau pasar internasional, kaderisasi lintas generasi yang terstruktur, serta sistem pengelolaan limbah mandiri yang telah bersertifikasi. Disimpulkan bahwa semakin besar skala usaha, semakin kuat pula tingkat keberlanjutan yang dicapai pada ketiga dimensi tersebut, sehingga diperlukan strategi dukungan yang terdiferensiasi sesuai skala usaha, meliputi peningkatan literasi pemasaran digital bagi usaha mikro, penguatan program kaderisasi untuk menjaga keberlanjutan keterampilan membatik, serta perluasan akses fasilitas pengolahan limbah yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing skala usaha, guna mendorong keberlanjutan yang lebih merata di sentra industri Batik Laweyan.