Abstrak
Analisis Literasi Sains Siswa Tunarungu Kelas X SLB Karanganyar Pada Materi Perubahan Energi Melalui Implementasi Modul Elektronik
Oleh :
Septiyaning Tri Rahayu - K3322093 - Fak. KIP
Pendidikan inklusi hadir untuk menjamin hak setiap anak dalam mendapatkan
akses pendidikan yang setara, khususnya bagi siswa tunarungu. Siswa tunarungu
memiliki hambatan pendengaran yang berdampak pada keterbatasan kosakata dan
kesulitan berkomunikasi, sehingga sering mengalami hambatan dalam memahami
materi IPAS, khususnya materi energi kimia yang bersifat abstrak. Literasi sains
menjadi keterampilan penting bagi siswa tunarungu untuk memahami fenomena ilmiah
dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis profil literasi sains siswa tunarungu kelas X di SLB Negeri Karanganyar
pada materi perubahan energi setelah penerapan modul elektronik. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara,
angket, catatan peneliti, dan soal tes uraian literasi sains yang diadaptasi dari kerangka
PISA 2022, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan capaian
literasi sains antara kedua subjek. Siswa A dengan tingkat ketunaan sedang dan
kemampuan komunikasi oral-isyarat menunjukkan capaian literasi sains pada aspek
pengetahuan, konteks, dan kompetensi berkisar dari kategori cukup hingga sangat baik.
Sementara siswa B dengan tingkat ketunaan ekstrem/tuli dan komunikasi isyarat
menunjukkan capaian pada ketiga aspek tersebut berkisar dari kategori sangat rendah
hingga cukup, meskipun pemahaman konseptualnya sebenarnya cukup baik namun
terkendala kesulitan menyusun kalimat tertulis secara mandiri. Pada aspek sikap, kedua
siswa menunjukkan antusiasme dan kepedulian yang tinggi terhadap penghematan
energi. Modul elektronik terbukti membantu memfasilitasi pemahaman siswa
tunarungu terhadap materi perubahan energi melalui visualisasi gambar, teks
sederhana, dan video animasi. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pembelajaran
sains yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa tunarungu untuk mengembangkan
setiap aspek literasi sainsnya.