;

Abstrak


DESAIN DIDAKTIS BERBASIS LEARNING OBSTACLES UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI TEOREMA PYTHAGORAS SISWA TUNAGRAHITA KELAS VIII DI SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA


Oleh :
Tata Rahmasari - S852402007 - Sekolah Pascasarjana

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi learning obstacles siswa tunagrahita pada materi Teorema Pythagoras serta merancang desain didaktis untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian menggunakan metode penelitian Didactical Design Research (DDR) yang meliputi analisis prospektif, implementasi, dan analisis retrospektif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa tunagrahita kelas VIIIJ di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, observasi, dokumentasi, dan lembar kerja siswa, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami learning obstacles sebagai berikut: keterbatasan working memory dan beban kognitif berlebihan yang menyebabkan siswa tidak mampu menyelesaikan proses perhitungan secara tuntas atau menarik diri, rendahnya kesiapan dan motivasi belajar, persepsi negatif bahwa matematika itu sulit sejak awal, yang berdampak pada minimnya keterlibatan siswa selama pembelajaran, pemahaman yang bersifat permukaan, kesulitan memahami representasi konsep, kesulitan pada konsep prasyarat operasi akar kuadrat, belum dipahaminya kriteria tripel Pythagoras, materi pengantar yang belum memfasilitasi pengenalan segitiga siku-siku dalam berbagai orientasi, pembelajaran satu arah yang membuat siswa pasif, media presentasi dengan kontras warna rendah, serta pengelompokan heterogen tanpa dukungan eksplisit. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, dirancang desain didaktis dalam bentuk Hypothetical Learning Trajectory (HLT) yang terdiri atas lima situasi didaktis bertahap dengan mengintegrasikan aktivitas kontekstual, media konkret, dan scaffolding untuk memfasilitasi transisi siswa dari pengalaman konkret menuju pemahaman konsep dan penyelesaian masalah matematis. Hasil implementasi menunjukkan bahwa desain didaktis mampu mereduksi hambatan belajar yang telah teridentifikasi, ditunjukkan oleh peningkatan skor Tes Kemampuan Responden (TKR) dan penyelesaian LKS yang sebagian besar tuntas.