Abstrak
PEMBELAJARAN JAHIT PERCA DI KELAS XI KOMPETENSI KEAHLIAN KREATIF BATIK DAN TEKSTIL SMKN 9 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2025/2026
Oleh :
Hanifah Septyana - K3222020 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1)
proses pembelajaran jahit perca dengan pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka di kelas XI Kompetensi
Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil SMK Negeri 9 Surakarta tahun ajaran
2025/2026; dan (2) hasil karya siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Kriya Kreatif
Batik dan Tekstil SMK Negeri 9 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus tunggal terpancang. Sumber data
penelitian ini meliputi peristiwa pembelajaran di kelas, informan (guru jahit
perca kelas IX DPK 2), dan dokumen (CP, RPP ATP, Hasil karya). Teknik
pengambilan sampel dengan purposive
sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara,
dan analisis dokumen. Teknik uji
validitas yang digunakan adalah trianggulasi dan riview informan. Analisis data
dengan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran jahit perca mengimplementasikan
pendekatan deep learning dilihat
dari, perencanaan pembelajaran jahit perca dirancang dalam bentuk RPP, yang
memuat identifikasi, desain pembelajaran, pengalaman belajar dan asesmen, pada
pelaksanaanya ada tiga tahap: tahap memahami (pengampaian materi dan
demonstrasi teknik), tahap mengaplikasikan (membuat desain dan produk tas
jinjing), tahap refleksi (ulasan guru, presentasi kolaborasi) dan mencapai dua pilar
deep learning berkesadaran dan
bermakna, namun pilar menggembirakan belum tercapai secara optimal, asemen pembelajaran ini terdiri dari: asesmen
diagnostik (kuis tertulis, wawancara), asesmen formatif (observasi praktik
menjahit, umpan balik sejawat, penilaian desain), asesmen sumatif (presentasi).
(2) hasil karya pembelajaran jahit perca adalah tas jinjing dengan kombinasi
kain perca, dibuat secara kolaborasi yang berjumlah empat. Secara keseluruhan,
hasil karya keempat kelompok menunjukkan bahwa peserta didik telah memahami
prinsip dasar estetika dan fungsi produk kriya tekstil, tetapi masih memerlukan
penguatan pada aspek ketelitian teknik jahit agar kualitas karya menjadi lebih
optimal.