Abstrak
PERAN PENULIS NASKAH PADA PRODUKSI FILM DOKUMENTER “ROTI KECIK”
Oleh :
Zulfa Afida Putri Effendi - V1123155 - Sekolah Vokasi
Indonesia sebagai jalur perdagangan global sejak lama, menjadi tempat
akulturasi budaya antara perantau. Salah satunya etnis Tionghoa dan etnis Jawa,
yang tercermin dalam kuliner. Roti kecik produk utama Toko Roti Ganep’s sejak
1881 dan kini diakui sebagai Warisan Budaya Tak benda, menjadi contoh akulturasi
melalui bahan, teknik pembuatan, dan bentuk roti tersebut. Karya film dokumenter
"Roti Kecik" berfokus pada penelusuran kisah Toko Roti Ganep’s dan proses
akulturasi yang melahirkan diplomasi antara etnis Tionghoa dan etnis Jawa
khususnya di Surakarta. Serta peran penulis naskah dalam setiap tahapan produksi,
sebagai upaya memahami bagaimana narasi, estetika, dan praktik produksi
merekam serta menyajikan nilai historis dan budaya roti kecik.Proses produksi film dokumenter "Roti Kecik" terdiri dari praproduksi,
produksi, dan pascaproduksi. Praproduksi meliputi observasi literatur dan
lapangan, penyusunan treatment dan naskah praproduksi, serta penentuan
narasumber dan daftar pertanyaan. Produksi mencakup pengambilan gambar di
Toko Roti Ganep’s dan lokasi pendukung, serta perekaman wawancara terhadap
tiga narasumber. Pada tahap ini naskah diuji dan direvisi berdasarkan temuan
lapangan. Pascaproduksi meliputi penyuntingan visual dan audio, penambahan
arsip dan voice over, serta finalisasi narasi melalui kolaborasi penulis naskah dan
sutradara agar film seimbang antara data, alur jalan cerita, dan estetika.Hasil produksi film dokumenter "Roti Kecik" menunjukkan bahwa roti
kecik bukan sekadar kuliner, melainkan representasi akulturasi budaya antara etnis
Tionghoa dan Jawa yang terlihat pada bahan, teknik pembuatan, serta nilai
simbolisnya dalam masyarakat Surakarta. Film dokumenter ini berhasil merekam
narasi sejarah Toko Roti Ganep’s dan praktik tradisional yang terus dilestarikan
oleh generasi penerus. Peran penulis naskah terbukti krusial dalam merumuskan
alur narasi yang kohesif dan menyelaraskan elemen visual dengan konteks historis
sehingga pesan film tersampaikan dengan baik.