Abstrak
PENERAPAN INKLUSI SOSIAL DALAM LAYANAN DI PERPUSTAKAAN MASJID AGUNG SURAKARTA
Oleh :
Moreno Ellyas Maulana - V1023046 - Sekolah Vokasi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya wacana inklusi sosial dalam dunia kepustakawanan, termasuk pada perpustakaan khusus berbasis keagamaan seperti Perpustakaan Masjid Agung Surakarta, yang pada praktiknya mulai membuka akses layanan bagi masyarakat lintas usia, latar belakang sosial, dan keyakinan, meskipun belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya Perpustakaan Masjid Agung Surakarta dalam mewujudkan layanan berbasis inklusi sosial serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan konsep inklusi sosial dalam kepustakawanan yang dianalisis melalui tiga aspek, yaitu Connectivity, Content, dan Human. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta penentuan informan melalui purposive sampling terhadap pengelola dan pemustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan telah melakukan sejumlah upaya, seperti penyediaan area workspace, jalur landai, keragaman koleksi, dan program literasi lintas usia serta lintas agama. Namun demikian, upaya tersebut masih dihadapkan pada kendala berupa keterbatasan kompetensi teknis pengelola, sistem katalog yang belum terintegrasi daring, dan minimnya fasilitas bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Perpustakaan Masjid Agung Surakarta telah menunjukkan arah menuju layanan inklusif secara nilai dan sikap, meskipun belum sepenuhnya didukung oleh kesiapanp fasilitas, sistem, dan kelembagaan.