Abstrak
PENGARUH SELF MANAGEMENT DAN KUALITAS PERTEMANAN TERHADAP INTENSI SEXTING PADA SISWA KELAS XI
DI SMA NEGERI 7 SURAKARTA
Oleh :
Lutfiani Dwi Oktavia - K3119055 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan
tingkat self management, tingkat
kualitas pertemanan, tingkat intensi sexting
pada siswa kelas XI di SMA Negeri 7 Surkarta, (2) menganalisis pengaruh self management terhadap intensi sexting pada siswa kelas XI di SMA
Negeri 7 Surakarta, (3) menganalisis pengaruh kualitas pertemanan terhadap
intensi sexting pada siswa kelas XI
di SMA Negeri 7 Surakarta, (4) menganalisis pengaruh self mangamenet dan kualitas pertemanan terhadap intensi sexting pada siswa kelas XI di SMA
Negeri 7 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode korelasional. Populasi
penelitian yaitu siswa kelas XI SMA Negeri 7 Surakarta sebanyak 359 siswa. Jumlah
sampel sebanyak 190 siswa yang diperoleh menggunakan rumus slovin dengan tingkat
kesalahan 5%. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket self management, angket kualitas pertemanan,
dan skala psikologi intensi sexting. Analisis
data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial menggunakan
analisis regresi linear sederhana dan analisis regresi linear berganda. Hasil
analisis deskriptif (1) tingkat self
management siswa kelas XI di SMA Negeri 7 Surakarta tergolong sedang
sebesar 72,4%, tingkat kualitas pertemanan siswa kelas XI di SMA Negeri 7
Surakarta tergolong sedang sebesar 72,4%, dan tingkat intensi sexting siswa kelas XI di SMA Negeri 7
Surakarta tergolong sedang sebesar 62,5%. Hasil analisis regresi linear
sederhana (2) terdapat pengaruh self
management terhadap intensi sexting (sig
= 0,00 < 0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak;
(3) terdapat pengaruh kualitas pertemanan terhadap intensi sexting (sig = 0,00 < 0,05) yang berarti Ha diterima
dan Ho ditolak. Hasil analisis regresi linear berganda (4) terdapat
pengaruh self management dan kualitas
pertemanan terhadap intensi sexting secara
bersamaan (sig = 0,00 < 0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho
ditolak dengan persentase sebesar 60,5%. Saran bagi guru BK dapat menyelenggarakan
bimbingan kelompok berbasis peer
counselor untuk menekan intensi sexting
siswa, serta menyiapkan materi
manajemen diri digital seperti cara mengelola dorongan impulsif online dan pemahaman rekam jejak digital
ke dalam bimbingan klasikal. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan
variabel lain yang turut mempengaruhi intensi sexting selain self
management dan kualitas pertemanan serta meneliti pada populasi yang lebih
luas dan karakteristik yang beragam.