;

Abstrak


PERAN EKSTRAK ETANOL KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP KADAR MDA, TNF-α, E-SELECTIN, DAN SGPT PADA HATI TIKUS WISTAR MODEL FIBROSIS YANG DIINDUKSI DENGAN ISONIAZID


Oleh :
Ro'di Nur Fajri - S962302013 - Fak. Kedokteran

Latar belakangIsoniazid merupakan obat lini pertama tuberkulosis yang diketahui dapat menyebabkan drug-induced liver injury (DILI) melalui mekanisme stres oksidatif dan inflamasi, yang berperan dalam terjadinya fibrosis hati. Kulit manggis (Garcinia mangostana L.) kaya akan senyawa xanton yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, sehingga berpotensi sebagai agen hepatoprotektif. TujuanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana L.) (EEKGM) terhadap kadar malondialdehyde (MDA), ekspresi Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α), E-Selectin, dan SGPT pada hati tikus Wistar model fibrosis yang diinduksi isoniazid. MetodePenelitian eksperimental ini menggunakan rancangan post-test only control group design. Sebanyak 32 ekor tikus Wistar jantan dibagi secara acak menjadi empat kelompok: kelompok kontrol normal, kelompok kontrol negatif (isoniazid 50 mg/kgBB/hari), kelompok perlakuan 1 (isoniazid + EEKGM 250 mg/kgBB/hari), dan kelompok perlakuan 2 (isoniazid + EEKGM 500 mg/kgBB/hari) selama 30 hari. Kadar MDA dan SGPT diukur secara spektrofotometri, sedangkan ekspresi TNF-α dan E-Selectin dinilai menggunakan imunohistokimia. Hasil: Pemberian EEKGM menurunkan kadar MDA dan SGPT serta menurunkan ekspresi TNF-α dan E-Selectin secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol negatif. Dosis 500 mg/kgBB/hari menunjukkan efek paling optimal dibandingkan dosis 250 mg/kgBB/hari. Kesimpulan: EEKGM memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang berperan dalam mencegah stres oksidatif dan inflamasi pada hati tikus Wistar model fibrosis yang diinduksi isoniazid, sehingga berpotensi sebagai agen hepatoprotektif.