Abstrak


Pengaruh Biochar Bentuk Ekstrak dan Serbuk Terhadap Ketersediaan dan Serapan NPK serta Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah di Tanah Vertisol


Oleh :
Yonatan Damar Widi Wicaksana - H0222130 - Fak. Pertanian

Penggunaan pupuk kimia secara intensif pada budidaya bawang merah (Allium ascalonicum L.) dapat menurunkan kualitas tanah sehingga diperlukan alternatif pembenah tanah yang berkelanjutan, seperti biochar tongkol jagung. Tanah Vertisol memiliki peluang dalam pengembangan produksi bawang merah karena sebaran lahan sebesar 2,1 juta hektar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas biochar tongkol jagung dalam bentuk ekstrak dan serbuk terhadap ketersediaan dan serapan hara N, P, K serta pertumbuhan, dan hasil bawang merah di Tanah Vertisol. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 9 perlakuan, terdiri atas kontrol (B0), ekstrak biochar dosis 0,1% (BC1), 0,2% (BC2), 0,5% (BC3) dan 1% (BC4) dan serbuk biochar dosis 0,1% (BS1), 0,2% (BS2), 0,5% (BS3) dan 1% (BS4) yang masing-masing diulangi sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi pH, C-organik, KTK, N-total, P tersedia, K tersedia, serapan N, P, dan K, tinggi tanaman, diameter umbi, berat umbi segar, dan berat umbi kering. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan uji DMRT dan korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan BS4 dibandingkan dengan kontrol meningkatkan N-total sebesar 116,67%; P tersedia 65,02%; dan K tersedia 97,30%. Perlakuan BS4 juga mampu meningkatkan serapan N, P, dan K masing-masing sebesar 174,41%; 110,09%; dan 77,20% dibandingkan dengan kontrol. Pada parameter pertumbuhan, perlakuan BS3 mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 28,08% dan perlakuan BS4 mampu meningkatkan diameter umbi tertinggi sampai 37,55% dibandingkan kontrol. Berat umbi kering tertinggi diperoleh pada perlakuan BC4 (meningkat 68,09%) dibandingkan kontrol. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa parameter hasil tanaman seperti diameter umbi berhubungan sangat signifikan dengan serapan N (r = 0,974**), P tersedia (r=0,916**) dan K tersedia (r=0,855**), serta berat umbi kering berhubungan sangat signifikan dengan dengan serapan K (r = 0,876**), N total (r=0,976**) dan K tersedia (0,901**).