Abstrak
Laporan Tugas Akhir Peran Sutradara Dalam Pembuatan Film Dokumenter “Racik Raga Rumat Jiwa”
Oleh :
Jhonatan Krisna Saputra - V1123068 - Sekolah Vokasi
Perkembangan standar kecantikan di Indonesia yang dipengaruhi oleh budaya Barat, media massa, dan media sosial telah menimbulkan tekanan sosial yang berdampak pada aspek fisik maupun psikologis perempuan, termasuk kecenderungan untuk terus-menerus menyesuaikan diri dengan citra tubuh ideal yang tidak realistis. Di tengah fenomena tersebut, praktik perawatan tubuh tradisional, seperti jamu, lulur, dan racikan warisan Keraton, tetap dipertahankan oleh sebagian perempuan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap tubuh dan warisan leluhur. Berangkat dari realitas tersebut, disusunlah film dokumenter berjudul "Racik Raga, Rumat Jiwa" yang menyoroti pergeseran makna kecantikan dari masa ke masa hingga pentingnya kesadaran serta penerimaan diri perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran sutradara serta mengidentifikasi kesulitan dan tantangan yang dihadapi sutradara dan penulis naskah dalam proses produksi film dokumenter tersebut. Sebagai pemimpin kreatif, sutradara memegang tanggung jawab utama atas keseluruhan tahapan produksi, meliputi tahap pra produksi yang mencakup riset topik serta penyusunan konsep dan struktur naratif bersama penulis skenario dan produser; tahap produksi yang meliputi pengarahan narasumber serta koordinasi dengan Director of Photography dalam menentukan teknik pengambilan gambar; dan tahap pascaproduksi yang mencakup pengarahan proses penyuntingan bersama editor serta penentuan elemen audio visual pendukung narasi. Dalam pelaksanaannya, sutradara dan tim produksi dihadapkan pada sejumlah kendala, antara lain keterbatasan lokasi dan perizinan, keterbatasan anggaran, serta kesulitan koordinasi dengan narasumber yang berada di negara berbeda, yang kemudian diatasi melalui komunikasi persuasif, pencarian lokasi alternatif, dan penyusunan jadwal produksi yang adaptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran sutradara memiliki kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan penyampaian pesan penerimaan diri dan pelestarian budaya perawatan kecantikan tradisional kepada khalayak.