Abstrak


ANALISIS HAMBATAN DAN TANTANGAN DALAM PEMBENTUKAN CIVIC DISPOSITION MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JENAR)


Oleh :
Nadhiska Alviera Shalsa - K6422066 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan hambatan dan tantangan dalam pembentukan civic disposition melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jenar, dan (2) Menganalisis strategi guru Pendidikan Pancasila dalam mengatasi hambatan dan tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jenar, Kabupaten Sragen. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Pancasila, guru BK, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan siswa kelas VIII. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara struktur, observasi dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan civic disposition siswa melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila masih menghadapi berbagai hambatan dan tantangan. Permasalahan ini meliputi rendahnya motivasi belajar siswa, perbedaan kemampuan akademik, lingkungan keluarga kurang baik, pengaruh lingkungan sosial, metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru masih terbatas dan pengaruh media sosial. Untuk mengatasi hambatan dan tantangan tersebut, guru menerapkan berbagai strategi, yaitu pemberian reward dan punishment edukatif, menyampaikan materi secara bertahap sesuai kemampuan siswa, melakukan pendekatan personal kepada siswa, mengelola lingkungan belajar dan berkoordinasi dengan guru BK,  dan membatasi penggunaan gawai serta memberikan arahan terkait penggunaan media sosial. Strategi tersebut berkontribusi dalam menumbuhkan sikap tanggung jawab, disiplin, dan toleransi sebagai indikator utama civic disposition siswa.