Abstrak


MAKNA SEMIOTIK DAMAR KURUNG


Oleh :
Ahyunita Tri Mega Maharani - K3219005 - Fak. KIP

Damar Kurung merupakan salah satu warisan budaya visual khas masyarakat Gresik yang sarat akan makna simbolik dan nilai-nilai kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji makna semiotik Damar Kurung Masmundari yang bertema “Hari Raya Idul Fitri”, serta (2) mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya bagi masyarakat Gresik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pihak terkait, serta studi literatur, dengan pendekatan semiotika milik Ferdinand de Saussure, yang menekankan hubungan antara tanda, penanda, dan petanda dalam gambar naratif visual Damar Kurung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Damar Kurung bertema “Hari Raya Idul Fitri” merepresentasikan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat Gresik, dengan penjelasan sebagai berikut: Sisi pertama menggambarkan kegiatan Rebo Wekasan yang dimaknai sebagai ikhtiar spiritual dan permohonan keselamatan; Sisi kedua dan keempat menggambarkan malam takbiran, menabuh bedug, serta pelaksanaan shalat Idul Fitri sebagai simbol syiar Islam, kebersamaan, dan ketaatan beragama; Sisi ketiga menggambarkan kegiatan unjung-unjung, sungkeman, dan kupatan yang memaknai nilai silaturahmi, saling memaafkan, serta penguatan hubungan sosial dan kekeluargaan. Melalui analisis semiotika, visual-visual tersebut berfungsi sebagai penanda yang merujuk pada petanda berupa makna dari gambar pada tiap sisinya. Selain memuat makna, (2) Damar Kurung juga mengandung berbagai nilai pendidikan karakter. Dengan demikian, Damar Kurung tidak hanya berfungsi sebagai karya seni tradisional, tetapi juga sebagai media komunikasi nilai pendidikan karakter dan identitas budaya masyarakat Gresik.