Abstrak
PEMBELAJARAN SOSIOLOGI MELALUI MODEL KOOPERATIF DALAM PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL VYGOTSKY
DI SMA NEGERI 1 TAWANGSARI
Oleh :
Dea Santika Qurniati - K8422018 - Fak. KIP
Dea Santika Qurniati, K8422018. Pembimbing: Dr. Atik Catur Budiati S.Sos.,
M.A. Pembelajaran Sosiologi melalui Model Kooperatif dalam Perspektif
Sosiokultural Vygotsky di SMA Negeri 1 Tawangsari. Skripsi, Surakarta:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta,
Juni 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi sosial dalam
pembelajaran Sosiologi melalui model pembelajaran kooperatif sebagai proses
sosiokultural, mendeskripsikan bentuk bantuan (scaffolding) yang diberikan
guru dan teman sebaya sebagai More Knowledgeable Other (MKO), serta
menganalisis perkembangan pemahaman peserta didik ditinjau dari Zone of
Proximal Development (ZPD) dalam pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1
Tawangsari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran di kelas
sebanyak dua kali, wawancara mendalam dengan tujuh informan yang terdiri
atas satu guru Sosiologi dan enam siswa kelas XI berkemampuan akademik
berbeda (masing-masing dua siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah),
serta dokumentasi berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hasil tugas
kelompok siswa, foto kegiatan pembelajaran, dan tangkapan layar interaksi
siswa, dengan teknik purposive sampling dan uji validitas triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran MKO dijalankan bersama oleh guru
dan siswa: guru berperan sebagai perancang sistem pembelajaran melalui
pembentukan kelompok heterogen, sedangkan siswa yang lebih paham berperan
sebagai MKO sebaya di tingkat kelompok kecil. Ditemukan empat bentuk
scaffolding, yaitu petunjuk awal, pertanyaan pengarah, contoh kontekstual, dan
penyederhanaan tugas bertahap yang di-fading seiring kemandirian siswa
meningkat. Pembelajaran kooperatif terbukti mendukung perkembangan siswa
dalam ZPD, ditandai meningkatnya keberanian berpendapat, berpikir kritis,
kemandirian belajar, dan tanggung jawab sosial. Temuan ini sejalan dengan teori
sosiokultural Vygotsky, meski peran MKO dalam praktiknya bersifat dinamis
dan tidak selalu terpusat pada guru. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini
menegaskan bahwa perkembangan belajar siswa dalam pembelajaran Sosiologi
merupakan hasil konstruksi sosial yang dibangun melalui interaksi antara siswa
dengan MKO, sejalan dengan gagasan Vygotsky bahwa kognisi individu
berkembang secara optimal ketika dijembatani oleh scaffolding dalam Zone of
Proximal Development (ZPD). Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan
kompetensi guru dalam merancang scaffolding yang variatif serta strategi
pembelajaran kooperatif yang lebih terstruktur.