Abstrak
Perang Asia Timur Raya: Ekspansi Jepang di Hindia Belanda (1930-1945)
Oleh :
Deviana Nurhuda - K4422018 - Fak. KIP
Deviana Nurhuda. K4422018. Pembimbing: Drs. Tri Yuniyanto, M.Hum. PERANG ASIA TIMUR RAYA: EKSPANSI JEPANG DI HINDIA BELANDA (1930 1945). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bahwa invasi Jepang ke Hindia Belanda di dorong oleh Perang Asia Timur Raya, serta (2) dampak kependudukan Jepang terhadap masyarakat Hindia Belanda. Penelitian ini merupakan penelitian historis dengan pendekatan ekonomi-politik. Sumber data penelitian ini meliputi sumber primer berupa Surat Kabar dan arsip foto sezaman, serta sumber sekunder berupa buku atau karya tulis ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan studi dokumen. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data historis, meliputi beberapa langkah yaitu: melalui kritik ekstren, kritik intern, dan tahap interpretasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, Pertama, Jepang menjadi negara imperialis dipicu oleh doktrin Hakko Ichiu. Kemudian, Akibat dari embargo yang dilakukan AS adalah Jepang melancarkan serangan dan memulai Perang Asia Timur Raya. Pada saat yang sama, Angkatan Laut Jepang menggaungkan strategi Nanshin-ron. Kebutuhan sumber daya yang mendesak mendorong Jepang untuk menjalankan strategi tersebut. Perang Asia Timur Raya mendorong Jepang mengalihkan fokus invasinya dari daratan Tiongkok ke wilayah selatan, terutama Hindia Belanda, yang memiliki sumber daya alam dan manusia melimpah untuk mendukung Jepang dalam menghadapi pihak Sekutu sepanjang tahun 1942-1945. Kedua, Pendudukan militer Jepang di Hindia Belanda menerapkan beberapa kebijakan yang berdampak besar terhadap masyarakat Hindida Belanda, mencakup perubahan politik, kondisi sosial masyarakat, dan kondisi ekonomi yang semakin terpuruk.