Abstrak
Peran Produser Pada Produksi Film Dokumenter "Wewarah Aji Sengkolo"
Oleh :
Ratnadewi Arlistya Putri - V1123120 - Sekolah Vokasi
Kuliner tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang tidak hanya menciptakan
cita rasa, namun juga terdapatsebuah makna filosofi yang memiliki nilaisebagai tingkah
laku manusia dalam menjalani kehidupan yang diwariskan secara turun temurun. Salah
satu kuliner yang memiliki nilai budaya adalah jenang, khusunya jenang sengkolo yang
dikenal di lingkup Masyarakat Jawa. Film dokumenter yang berjudul “Wewarah Aji
Sengkolo”, bertujuan menampilkan filosofi perjalanan kehidupan manusia yang dimulai
dari kelahiran,menghadapi nasib, hingga kematian. Jenang sengkolo sendiri bermakna
sebagai bentuk permohonan keselamatan (penolak bala).
Dalam karya ini, penulis berperan sebagai produser yang bertanggung jawab atas
keseluruhan proses produksi, mulai dari praproduksi,produksi,dan pascaproduksi. Pada
tahap praproduksi, penulis mempersiapkan kebutuhan sebelum produksi yaitu
pengembangan ide konsep bersama tim,riset awal (sejarah,proses pembuatan,dan masuk
ruang lingkup kehidupan manusia), penyusunan jadwal produksi, mencari dan
menghubungi narasumber, mengurus perizinan penggunaan lokasi,penyusunan
RAB,dll. Pada tahap produksi, penulis memastikan proses pengambilan gambar berjalan
sesuai dengan konsep, mengawasi jalannya syuting, ketersediaan alat produksi. Pada
tahap pascaproduksi, penulis mengawasi proses editing hingga pengelolaan publikasi
agar karya dokumenter dapat tersampaikan secara efektif.
Hasil dari karya film dokumenterini menunjukkan bahwa jenang sengkolo bukan sekedar
kuliner pemanis,melainkan mengandung nilai filosofi dan makna budaya. Proses
pembuatan hingga penyajiannya menggambarkan perjalanan hidup manusia dan
dihadirkan didalam ritual sakral. Jenang sengkolo menghadirkan nilai budaya,doa,dan
makna yang diwariskan turun temurun. Melalui karya ini, penulis berharap jenang
sengkolo semakin dikenal luas dan budaya yang melekat di dalamnya tetap terjaga,serta
dapat dilestarikan tanpa mengubah makna dan filosofinya hingga masa mendatang.