Abstrak


Penerapan Model Discovery Learning Dengan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pelajaran IPAS di Kelas V SD Negeri 01 Bandardawung


Oleh :
Attin Ramadhani - K7122054 - Fak. KIP

Attin Ramadhani. K7122054. Pembimbing: Dra. Jenny IS Poerwanti, M.Pd. PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA PELAJARAN IPAS DI KELAS V SD NEGERI 01 BANDARDAWUNG. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Surakarta, Juni 2026.            Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas V SD Negeri 01 Bandardawung pada pembelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Discovery Learning dengan metode eksperimen untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dan (2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPAS melalui penerapan model Discovery Learning dengan metode eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 21 peserta didik kelas V SD Negeri 01 Bandardawung. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, sedangkan validitas dilakukan melalui uji validitas isi, triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan model Discovery Learning dengan metode eksperimen dilaksanakan melalui enam tahapan, yaitu stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization; dan (2) penerapan model Discovery Learning dengan metode eksperimen dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Rata-rata nilai keterampilan berpikir kritis meningkat dari 48 pada pra tindakan menjadi 70 pada siklus I dan 81 pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 5% pada pra tindakan menjadi 53% pada siklus I dan 88% pada siklus II. Peningkatan terjadi pada indikator keterampilan berpikir kritis, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, penerapan model Discovery Learning dengan metode eksperimen dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas V SD Negeri 01 Bandardawung.  Kata kunci: Discovery Learning; Keterampilan Berpikir Kritis; Pembelajaran IPAS; Sekolah Dasar.