Abstrak


Hubungan Pengawasan Orang Tua dalam Penggunaan Gawai dengan Tanggung Jawab Belajar Siswa Kelas 5 di Gugus Kembang Langit Kecamatan Wadaslintang


Oleh :
Ridho Tri Haryanto - K7121239 - Fak. KIP

Ridho Tri Haryanto. K7121239. Pembimbing: Dr. Suhartono, M.Pd.. HUBUNGAN PENGAWASAN ORANG TUA DALAM PENGGUNAAN GAWAI DENGAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA KELAS 5 DI GUGUS KEMBANG LANGIT KECAMATAN WADASLINTANG. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Juli 2026. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya hubungan antara pengawasan orang tua dalam penggunaan gawai dengan tanggung jawab belajar siswa kelas 5 di Gugus Kembang Langit, Kecamatan Wadaslintang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 5 SD beserta orang tuanya di Gugus Kembang Langit Kecamatan Wadaslintang, dengan sampel sebanyak 101 siswa dan 101 orang tua dari SD Negeri 1 Wadaslintang, SD Negeri 2 Wadaslintang, SD Negeri Panerusan, dan SD Negeri 2 Karanganyar yang dipilih menggunakan teknik probability sampling jenis simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner (angket) berskala Likert untuk variabel pengawasan orang tua (X) dan tanggung jawab belajar (Y). Data dianalisis melalui statistik deskriptif dan statistik inferensial. Uji prasyarat menunjukkan data kedua variabel tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman Rank Order Correlation. Berdasarkan hasil penyebaran angket final yang terdiri dari 24 butir pertanyaan dari variabel X dan Y kepada sampel didapatkan data tingkat pengawasan orang tua dalam penggunaan gawai secara umum berada pada kategori tinggi hingga sedang, dengan mayoritas responden (32,67%) berada pada kategori tinggi dan tingkat tanggung jawab belajar siswa juga secara umum berada pada kategori tinggi hingga sedang, dengan mayoritas responden (36,63%) berada pada kategori tinggi. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi Spearman (rho) sebesar 0,341 (r hitung ≥ r tabel 0,1956) dengan signifikansi <0,001 (Sig. ≤ 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengawasan orang tua dalam penggunaan gawai dengan tanggung jawab belajar siswa kelas 5, meskipun kekuatan hubungan tersebut tergolong rendah. Variabel pengawasan orang tua memberikan kontribusi sebesar 11,63% terhadap tanggung jawab belajar siswa, sedangkan 88,37% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengawasan orang tua dalam penggunaan gawai dengan tanggung jawab belajar siswa kelas 5 di Gugus Kembang Langit Kecamatan Wadaslintang. Meskipun begitu, korelasi kedua variabel ini tergolong pada kategori rendah dan variabel pengawasan orang tua dalam penggunaan gawai hanya memberikan kontribusi sebesar 11,63%. Sehingga orang tua disarankan untuk tidak hanya mengandalkan pengawasan dalam penggunaan gawai, tetapi juga mengombinasikannya dengan strategi lain seperti membangun motivasi belajar intrinsik, komunikasi terbuka, dan keteladanan dalam kedisiplinan, sementara pihak sekolah perlu memperkuat pendidikan karakter dan tanggung jawab belajar siswa.