Abstrak


Faktor yang mempengaruhi literasi kesehatan digital terhadap pengelolaan diri pasien penyakit stroke di rs uns


Oleh :
Fitriana Ekawati - V3723021 - Sekolah Vokasi

Penyakit stroke telah teridentifikasi sebagai beban kesehatan masyarakat yang substansial dan menempati urutan pertama di Asia. Stroke menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang menunjukkan persentase sebesar 10.9%, dengan rasio insiden yang stabil di kisaran 120 kasus per 100.000. Kasus stroke di Kota Surakarta sendiri mencapai 342 kasus dan tingkat kematian di Kota Surakarta mencapai 605 jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor-faktor literasi kesehatan digital terhadap pengelolaan diri pasien penyakit stroke. WHO menyatakan bahwa data terbaru menunjukkan bahwa PTM menyumbang sekitar 75% dari total kematian dunia. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa hanya 38,2% yang memiliki literasi tinggi, sedangkan 46,7% berada pada kategori sedang dan 15% berada dikategori rendah.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional di Rumah Sakit UNS. Sampel yang digunakan sebanyak 101 responden dengan kriteria pasien stroke rawat jalan usia 18-60 tahun yang menggunakan perangkat digital dalam 6 bulan terakhir. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan instrumen eHealth Literacy (eHEALS), kemudian dianalisis secara bivariat dan multivariat menggunakan chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan digital dengan usia (p: 0,003), pekerjaan (p: 0,000), dan intensitas penggunaan internet (0,000), dimana responden yang memiliki usia lebih muda, bekerja, dan intensitas penggunaan internet per harinya relatif tinggi cenderung memiliki tingkat literasi kesehatan digital yang lebih baik juga.