;

Abstrak


PERBEDAAN PEMBERIAN EKSTRAK BUAH CIPLUKAN (PHYSALIS ANGULATA) TERHADAP BIOMARKER INFLAMASI (NF-κB, LED dan NLR) PADA TIKUS JANTAN MODEL SEPSIS


Oleh :
Mutiara Lirendra - S962302010 - Fak. Kedokteran

  Latar Belakang: Sepsis merupakan kondisi yang mengancam jiwa akibat respons imun yang tidak terkontrol terhadap infeksi dan ditandai oleh peningkatan berbagai biomarker inflamasi, termasuk Nuclear Factor kappa B (NF-κB), laju endap darah (LED) dan neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR). Aktivasi jalur NF-κB berperan penting dalam produksi sitokin proinflamasi yang memperburuk kerusakan jaringan dan disfungsi organ pada sepsis. Physalis angulata (ciplukan) diketahui memiliki kandungan flavonoid, physalin dan withanolide yang berpotensi sebagai antiinflamasi dan imunomodulator. Pengaruh ekstrak buah Physalis angulata terhadap biomarker inflamasi pada model sepsis masih belum banyak diteliti. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vivo menggunakan 32 ekor tikus jantan galur Wistar (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi empat kelompok (n=8). Semua kelompok diinduksi model sepsis dengan menggunakan lipopolisakarida (LPS) dosis 0,3 mg/kgBB secara intraperitoneal. Kelompok kontrol (KN) hanya mendapat NaCl 0,9%, sedangkan kelompok perlakuan mendapat ekstrak buah Physalis angulata dosis 100 mg/kgBB (KP1), 200 mg/kgBB (KP2) dan 400 mg/kgBB (KP3) secara oral selama 3 hari setelah kondisi sepsis tercapai. Kadar NF-κB, LED, dan NLR diperiksa pada hari ke-7. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Kruskal–Wallis untuk NF-κB dan LED serta One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey HSD untuk NLR dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna kadar NF-κB antar kelompok perlakuan (H=28,830; p<0,001). Perbedaan bermakna juga ditemukan pada kadar LED (H=29,091; p<0,001). Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan kadar NLR antar kelompok (F=465,489; p<0,001), dan uji Tukey HSD menunjukkan seluruh pasangan kelompok berbeda signifikan (p<0,001). Pemberian ekstrak buah Physalis angulata dosis 200 mg/KgBB dan 400 mg/KgBB secara bermakna menurunkan kadar NF-κB dan LED, sedangkan dosis 100 mg/KgBB, 200mg/KgBB, dan 400 mg/KgBB secara bermakna menurunkan kadar NLR pada tikus jantan model sepsis. Kesimpulan: Pemberian ekstrak buah Physalis angulata secara signifikan menurunkan biomarker inflamasi NF-κB, LED, dan NLR pada tikus jantan model sepsis.