Abstrak
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN NATURAL VARIATION BAND DAN ONE-WAY ANOVA UNTUK MENGURANGI PRODUK REJECT PADA UMKM SOLO INNOVATION
Oleh :
Afifta Naya Luthfia - F0222005 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan alur proses produksi mesin
spinner pada UMKM Solo Innovation, menganalisis tingkat variasi alami
(natural variation band) reject pada masing-masing tahapan proses
menggunakan p-chart, serta menguji signifikansi perbedaan rata-rata reject
antar tahapan proses menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji lanjut
Tukey HSD. Berdasarkan hasil analisis tersebut, penelitian ini juga
merumuskan prioritas dan rekomendasi perbaikan pengendalian kualitas
yang sesuai dengan kondisi Solo Innovation sebagai UMKM manufaktur.
Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tingginya
tingkat penolakan (reject) pada produk spinner Solo Innovation sepanjang
tahun 2025, dengan berbagai jenis penyebab seperti cacat produksi, produk
tidak berfungsi, ketidaksesuaian deskripsi, hingga penolakan langsung oleh
pelanggan. Pengendalian kualitas yang diterapkan selama ini masih
mengandalkan pengalaman pekerja dan belum memanfaatkan data historis
reject secara sistematis, sehingga belum diketahui secara pasti pada
tahapan mana reject paling banyak terjadi.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif
dengan desain studi kasus. Data yang digunakan adalah catatan reject
produk spinner periode Januari–Desember 2025, yang dikelompokkan ke
dalam 12 periode observasi. Analisis data dilakukan melalui perhitungan p
chart (CL, UCL, LCL, dan band width) untuk mengukur variasi tiap tahapan
proses, dilanjutkan dengan uji One-Way ANOVA dan Tukey HSD
menggunakan IBM SPSS Statistics untuk menguji signifikansi perbedaan
reject antar tahapan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi mesin spinner
terdiri atas empat tahapan, yaitu Penerimaan Order, Proses Produksi,
Quality Control, dan Delivery, dengan Quality Control menunjukkan variasi
paling besar (band width 33,03%) sekaligus rata-rata reject tertinggi,
sedangkan Penerimaan Order paling stabil (band width 8,35%). Uji ANOVA
membuktikan adanya perbedaan signifikan rata-rata reject antar tahapan (F
= 3,296; p = 0,029). Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa
Quality Control menjadi prioritas utama perbaikan, dengan rekomendasi
penerapan checklist pemeriksaan baku serta pencatatan data reject secara
rutin dan terstruktur.