Abstrak


Peran Sutradara pada Proses Film Dokumenter RARAS WUKU: Harmoni Angka Pawukon


Oleh :
Monica Laetitia Ranu Pramandari - V1123082 - Sekolah Vokasi

Arus globalisasi dan modernisasi menggeser minat generasi muda terhadap sistem penanggalan tradisional Jawa, termasuk wuku, salah satu unsur pawukon yang memuat pengetahuan mengenai watak dan hari baik. Fenomena ini melatarbelakangi penciptaan karya tugas akhir berupa film dokumenter berjudul "RARAS WUKU: Harmoni Angka Pawukon", yang bertujuan menghadirkan pemahaman mengenai asal-usul, sistem, dan relevansi wuku dalam kehidupan masyarakat Jawa masa kini. Laporan ini membahas peran dan tanggung jawab penulis sebagai sutradara dalam proses penciptaan karya tersebut, dengan pendekatan dokumenter ekspositori, melalui tiga tahapan utama produksi. Pada tahap praproduksi, sutradara merumuskan konsep naratif dan visual film, melakukan riset mendalam mengenai wuku dan pawukon, menentukan narasumber, serta menyusun treatment, shooting script, shotlist, dan floor plan sebagai acuan kerja tim produksi. Pada tahap produksi, sutradara memimpin jalannya pengambilan gambar dan wawancara narasumber, mengarahkan alur cerita agar sesuai konsep, serta berkoordinasi dengan camera person dan director of photography (DOP) dalam menentukan sudut pandang visual yang mendukung narasi. Pada tahap pascaproduksi, sutradara mengarahkan proses editing bersama editor, menentukan struktur penceritaan, memilih materi visual yang paling merepresentasikan konsep, serta melakukan evaluasi terhadap rough cut hingga hasil akhir film konsisten dengan visi naratif yang telah dirancang sejak awal. Hasil penciptaan karya menunjukkan bahwa proses penyutradaraan yang terstruktur sejak praproduksi hingga pascaproduksi mampu menghadirkan kembali wuku bukan sekadar sistem penanggalan, melainkan sebagai representasi identitas dan kearifan lokal masyarakat Jawa yang tetap relevan di tengah kehidupan modern.