Abstrak


Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Tambak Bandeng (Chanos chanos) di Wilayah Terdampak Abrasi Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah


Oleh :
Dafa' Avila Al Asy'ari - H0822037 - Fak. Pertanian

Wilayah pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah merupakan salah satu kawasan budidaya tambak bandeng yang menghadapi tekanan lingkungan berupa abrasi. Abrasi dapat memengaruhi kondisi lahan dan infrastruktur tambak serta berpotensi menurunkan produksi usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi tambak bandeng (Chanos chanos), mengidentifikasi faktor yang memengaruhi inefisiensi teknis petambak, serta mengetahui besar pendapatan dan keuntungan usaha petambak bandeng di wilayah terdampak abrasi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Brebes, Kabupaten Demak, dan Kota Semarang karena merupakan tiga wilayah dengan abrasi terluas di Pantura Jawa Tengah. Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel ditentukan menggunakan accidental sampling dengan jumlah 96 responden berdasarkan rumus Lemeshow. Data dianalisis menggunakan model fungsi produksi Cobb-Douglas Stochastic Frontier Analysis (SFA) yang diestimasi melalui Maximum Likelihood Estimation (MLE) dengan perangkat lunak Frontier 4.1, dilengkapi analisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan jumlah bibit berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi bandeng, sedangkan tenaga kerja dan pakan tidak berpengaruh signifikan. Tingkat pendidikan dan usia berpengaruh signifikan dalam menurunkan inefisiensi teknis, sedangkan pengalaman tidak berpengaruh. Rata-rata biaya eksplisit Rp9.641.683/ha/MT, total biaya implisit Rp4.952.279/ha/MT, penerimaan Rp13.918.119/ha/MT, pendapatan usahatani Rp4.276.436/ha/MT, dan rata-rata keuntungan usaha tambak bandeng sebesar -Rp675.843,25/Ha/MT.