Abstrak
Praktik Komunikasi Pembelajaran Kelas Awal Ditinjau Dari Perspektif Pedagogi Humanistik Di SDN Ngabeyan 3
Oleh :
Nur Joan Adi Winata - K7122233 - Fak. KIP
Nur Joan Adi Winata K7122233. Pembimbing: Dr. Karsono, S.Sn., M.Sn.
PRAKTIK KOMUNIKASI PEMBELAJARAN KELAS AWAL DITINJAU
DARI PERSPEKTIF PEDAGOGI HUMANISTIK DI SD N NGABEYAN 03.
Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas
Maret, Juli 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk dan dinamika
komunikasi pembelajaran verbal dan nonverbal antara guru dan peserta didik; (2)
menganalisis bagaimana prinsip-prinsip pedagogi humanistik tercermin dalam
praktik komunikasi pembelajaran verbal dan nonverbal. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif dengan desain studi kasus pada subjek guru kelas dan siswa
terpilih kelas I–III. Data yang digunakan adalah data kualitatif, meliputi data
komunikasi verbal, nonverbal dan pedagogi humanistik. Teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Validitas data
menggunakan kriteria trustworthiness yang meliputi credibility, transferability,
dependability, dan confirmability. Hasil penelitian ini: (1) bentuk dan dinamika
komunikasi verbal guru mewujud dalam sapaan, salam, instruksi, penjelasan ulang,
pertanyaan pemantik, penguatan, dan teguran verbal. Komunikasi nonverbal
tampak melalui ekspresi wajah, senyuman, kontak mata, anggukan, gestur, acungan
jempol, tepuk tangan, kedekatan fisik, dan intonasi suara. Keduanya membantu
siswa memahami materi, merasa diperhatikan, mendapat dukungan, dan berani
terlibat aktif dalam interaksi dua arah yang tetap terarah di bawah bimbingan guru;
(2) prinsip-prinsip pedagogi humanistik tercermin melalui pembentukan relasi yang
hangat, komunikasi empatik, penguatan usaha siswa, penggunaan bahasa yang
tidak menghakimi, dan penciptaan keamanan psikologis. Selain itu, hal ini tampak
dari komunikasi yang berpusat pada anak, pemberian kebebasan terbatas, pengaitan
materi dengan pengalaman siswa, serta penyediaan ruang bagi aktualisasi potensi
diri. Secara keseluruhan, pedagogi humanistik mewujud dalam praktik sehari-hari
guru yang menyapa, mendengarkan, membimbing, menguatkan, mengoreksi, dan
memfasilitasi perkembangan peserta didik.