Abstrak
Pengalaman Catcalling dan Dampaknya dalam Kehidupan Sosial Mahasiswi Universitas Sebelas Maret
Oleh :
Ratna Saptaningrum - K8422069 - Fak. KIP
Ratna Saptaningrum. K8422069, Pembimbing 1: Dr. Danang Purwanto, S.Sos, M.Si
PENGALAMAN CATCALLING DAN DAMPAKNYA DALAM KEHIDUPAN
SOSIAL MAHASISWI UNIVERSITAS SEBELAS MARET. Skripsi Surakarta:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli
2026.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan penafsiran
mahasiswi
Universitas
Sebelas
Maret
terhadap
pengalaman catcalling,
mengidentifikasi respons yang mereka tunjukkan, serta memahami dampak catcalling
terhadap kehidupan sosial mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode fenomenologi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik
purposive sampling dan terdiri atas mahasiswi Universitas Sebelas Maret yang pernah
mengalami catcalling di ruang publik. Data dikumpulkan melalui wawancara
mendalam dan dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi memaknai catcalling sebagai bentuk
pelecehan seksual verbal, pengalaman yang mengancam rasa aman, serta pengalaman
yang berdampak pada kondisi psikologis. Respons yang muncul terhadap catcalling
meliputi mengabaikan pelaku, menghindari situasi berisiko, melakukan perlindungan
diri, hingga memberikan perlawanan secara verbal. Pengalaman catcalling juga
berdampak pada kehidupan sosial korban, seperti meningkatnya kewaspadaan saat
berada di ruang publik, menurunnya rasa percaya terhadap orang asing, perubahan pola
interaksi sosial, serta munculnya perilaku penghindaran terhadap situasi tertentu.
Berdasarkan perspektif Interaksionisme simbolik Herbert Blumer, makna yang
dibentuk korban terhadap pengalaman catcalling mempengaruhi respons dan perilaku
sosial mereka dalam kehidupan sehari-hari.