Abstrak
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM LEGASI DALAM PRAKTIK ADMINISTRASI PERKANTORAN
Oleh :
Fiona Kusuma Dewi - K7522042 - Fak. KIP
Penelitian ini
bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh penggunaan sistem legasi
terhadap praktik administrasi perkantoran serta implikasinya terhadap kepuasan
mahasiswa, dengan menempatkan praktik administrasi perkantoran sebagai variabel
mediasi. Menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan explanatory
sequential design, penelitian ini melibatkan seluruh mahasiswa aktif
angkatan 2022 Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran FKIP UNS yang
telah menyelesaikan program magang sebagai populasi. Melalui teknik purposive
sampling, ditentukan sampel kuantitatif sebanyak 78 responden dan sampel
kualitatif sebanyak 5 informan yang memiliki skor kepuasan terendah. Analisis
data dilakukan secara terintegrasi menggunakan Partial Least Squares
Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4 dan analisis
interaktif model Miles & Huberman. Hasil pengujian kuantitatif membuktikan
bahwa semua hipotesis pengaruh langsung bernilai positif dan signifikan, baik
pengaruh sistem legasi terhadap praktik administrasi (β= 0,842; t = 17,426),
sistem legasi terhadap kepuasan (β = 0,432; t = 3.737), maupun praktik
administrasi terhadap kepuasan mahasiswa (β = 0,469; t = 4,192). Lebih lanjut, praktik
administrasi perkantoran terbukti menjalankan peran mediasi secara parsial (partial
mediation) dengan nilai efek tidak langsung sebesar 0,395 (t = 3,860).
Secara simultan, model struktural ini memiliki kontribusi kuat dalam
menjelaskan 74,7% varians dari kepuasan mahasiswa (
= 0,747). Hasil pendalaman
kualitatif memperjelas bahwa tingkat kepuasan yang belum optimal tersebut
dipicu oleh adanya digital gap dan hambatan teknis laten. Kendala berupa
kelambatan respons (loading lama), ketidakstabilan server (down),
serta ketiadaan integrasi otomatis antarplatform memaksa mahasiswa melakukan
pola kerja double/triple input data secara manual yang memicu terjadinya
negative disconfirmation terhadap ekspektasi otomatisasi penuh.