Abstrak
Desain Interior Museum Konflik dan Perdamaian Aceh dengan Konsep Desain Naratif dan Imersif di Kota Banda Aceh
Oleh :
Maulidi Akmal Aminullah Satria - C0822047 - Fak. Seni Rupa dan Desain
Aceh memiliki
sejarah konflik bersenjata yang panjang dan kompleks, khususnya pada periode
konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia tahun
1976–2005, yang meninggalkan trauma mendalam serta membentuk memori kolektif
masyarakatnya. Meskipun perdamaian telah dicapai melalui Perjanjian Helsinki
tahun 2005, narasi mengenai konflik dan perdamaian Aceh masih cenderung
terfragmentasi, bias, dan mulai mengalami pemudaran, terutama di kalangan
generasi muda. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya media edukasi publik yang
mampu menyampaikan sejarah konflik dan perdamaian Aceh secara adil,
bermartabat, dan manusiawi.Museum
Konflik dan Perdamaian Aceh dirancang sebagai ruang memorial, edukasi, dan
refleksi sosial yang berfungsi menjaga keberlanjutan memori kolektif serta
mendorong pemahaman kritis terhadap nilai kemanusiaan dan perdamaian. Tugas
akhir ini bertujuan merancang desain interior Museum Konflik dan Perdamaian
Aceh di Kota Banda Aceh dengan pendekatan desain naratif dan imersif, sehingga
pengalaman ruang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga emosional dan
reflektif. Metode perancangan dilakukan melalui pengumpulan data literatur,
studi observasi, serta analisis standar permuseuman, yang kemudian
diterjemahkan ke dalam konsep narasi spasial, zonasi, sirkulasi, pencahayaan,
material, dan media interaktif.
Pendekatan
desain naratif diterapkan dengan menyusun alur ruang sebagai rangkaian cerita
perjalanan konflik hingga perdamaian, sementara pendekatan imersif diwujudkan
melalui pengolahan atmosfer ruang yang melibatkan aspek visual, material,
pencahayaan, dan pengalaman multisensori. Hasil perancangan diharapkan mampu
membangun empati pengunjung, menghadirkan perspektif multipihak secara
seimbang, serta menjadikan museum sebagai sarana edukasi dan rekonsiliasi
sosial yang relevan bagi masyarakat Aceh maupun pengunjung dari luar daerah.