Abstrak
Produksi Bibit dan Analisis Usahatani Pembibitan Cabai Rawit (Capsicum annum L.) Lokal dengan Pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Tajungsari, Tlogowungu, Pati
Oleh :
Ainun Najib - V4123004 - Sekolah Vokasi
Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura
yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat
sehingga memerlukan ketersediaan bibit yang berkualitas. Tugas akhir ini
bertujuan untuk mempelajari teknik produksi bibit cabai lokal melalui
pengaplikasian pupuk organik cair (POC), memahami proses pembibitan hingga siap
dipasarkan, serta menganalisis kelayakan usahatani pembibitan cabai pada skala
500 polybag. Kegiatan dilaksanakan di
Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan
tahapan meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan media tanam, penyemaian
benih, pemindahan bibit ke polybag, pemeliharaan, pengaplikasian POC BiotoGrow
dengan konsentrasi 2 ml/L air, pengendalian hama dan penyakit, sortasi, hingga
pemasaran.
Hasil kegiatan
menunjukkan bahwa penerapan teknik pembibitan yang sesuai menghasilkan bibit
cabai yang tumbuh baik dan layak dipasarkan. Pengaplikasian POC BiotoGrow mampu
mendukung pertumbuhan bibit sehingga menghasilkan bibit yang sehat dan seragam.
Hasil sortasi menunjukkan bahwa dari 500 bibit yang diproduksi, sebanyak 433
bibit dinyatakan lolos sortasi dan layak jual. Analisis usahatani menunjukkan
bahwa kegiatan pembibitan cabai memerlukan total biaya produksi sebesar Rp149.875
dengan harga pokok produksi sebesar Rp299,75 per polybag dan harga jual Rp500 per polybag. Penerimaan yang diperoleh sebesar Rp216.500 dengan
pendapatan sebesar Rp66.625. Nilai R/C Ratio sebesar 1,44 menunjukkan bahwa
usaha pembibitan cabai layak untuk diusahakan. Analisis Break Even Point (BEP) menunjukkan BEP produksi sebesar
300 bibit dan BEP penerimaan sebesar Rp150.000, sehingga usaha telah mampu
melampaui titik impas. Berdasarkan hasil tersebut, produksi bibit cabai lokal
melalui pengaplikasian pupuk organik cair memiliki prospek yang baik untuk
dikembangkan karena mampu menghasilkan bibit yang berkualitas serta memberikan
keuntungan secara ekonomi.