Abstrak


IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN TRANSPORTASI UMUM BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI KABUPATEN WONOGIRI


Oleh :
Annisa Wida Nur Regita - D0119019 - Fak. ISIP

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi kebijakan penyelenggaraan transportasi umum bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Wonogiri. Transportasi umum yang ramah disabilitas dan dapat diakses siapapun merupakan salah satu bentuk hak penyandang disabilitas yang harus dipenuhi oleh negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri, Koordinator Layanan Trans Jateng di Wonogiri, Koordinator Bus Trans Jateng Koridor 7, Pramudi Trans Jateng, Pramujasa Trans Jateng, serta penyandang disabilitas dan masyarakat sebagai pengguna layanan Trans Jateng di Wonogiri. Analisis data dilakukan melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mendukung implementasi kebijakan penyelenggaraan transportasi umum bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Wonogiri adalah komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Komunikasi yang mendukung adalah sudah ada informasi-informasi tertulis yang ditempel pada dinding bus Trans Jateng. Sumber daya yang mendukung adalah kuatitas staf yang cukup pada setiap bus, pemahaman staf mengenai apa yang harus dilakukan untuk melayani penyandang disabilitas, dan fasilitas alat bantu naik dan turun dari kendaraan, serta tempat duduk prioritas yang ada pada setiap bus. Disposisi yang mendukung adalah sikap dan komitmen dari para staf dalam melayani penyandang disabilitas. Struktur birokrasi yang mendukung adalah terdapatnya SOP dalam melayani penumpang. Sedangkan faktor yang menghambat implementasi tersebut, diantaranya adalah komunikasi, sumber daya  dan struktur birokrasi. Komunikasi yang menghambat adalah belum tersedianya informasi berupa audio ataupun tulisan braille yang disediakan untuk penyandang tunanetra. Sumber daya yang menghambat adalah hanya ada dua dari lima belas bus yang menyediakan alat bantu naik dan turun dari kendaraan. Struktur birokrasi yang menghambat adalah belum terdapat SOP khusus untuk melayani penumpang disabilitas.