Abstrak


IDENTIFIKASI SUBKOMPETENSI YANG DIBUTUHKAN MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN PADA PELAKSANAAN PROGRAM PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM MERDEKA DI SMK


Oleh :
Arita Rina Intan Lararti - K1519014 - Fak. KIP

ABSTRAKArita Rina Intan Lararti. K1519014. Prof. Dr. A.G. Tamrin, M.Pd., M.Si. IDENTIFIKASI SUBKOMPETENSI YANG DIBUTUHKAN MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN PADA PELAKSANAAN PROGRAM PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM MERDEKA DI SMK. Tugas Akhir, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi subkompetensi yang dibutuhkan mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan dalam melaksanakan PLP sesuai dengan Kurikulum Merdeka di SMK. (2) mengidentifikasi kendala atau hambatan yang dihadapinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan dan Guru Pamong SMK Negeri 5 Surakarta. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini sebagai berikut, Pertama, kompetensi pedagogik diimplementasikan melalui kemampuan menyusun modul ajar, menyusun asesemen, keterampilan mengelola kelas, serta memahami karakteristik peserta didik. Kompetensi profesional ditunjukkan melalui penguasaan materi pembelajaran, penggunaan perangkat lunak (AutoCAD dan SketchUp), serta penguasaan alat dan praktik termasuk penerapan K3. Pada kompetensi kepribadian mahasiswa tercermin dari sikap disiplin, tanggung jawab, dan pengendalian diri. Sementara itu, Kompetensi sosial diwujudkan melalui kemampuan berkomunikasi dengan murid dan guru pamong, serta kerjasama dengan mahasiswa yang lain. Kedua, kendala yang dihadapi mahasiswa yaitu dalam menentukan modul ajar, durasi pembelajaran cukup panjang, fasilitas kurang memadai, murid kurang aktif, kesulitan mengingat materi, perbedaan kelengkapan alat praktik, penyesuaian waktu sekolah, serta perbedaan komunikasi.