Abstrak
STRATEGI PEMBELAJARAN MENYENANGKAN BERBASIS PROYEK DALAM PENDIDIKAN ALTERNATIF: STUDI KASUS KOMUNITAS BELAJAR QARYAH THAYYIBAH
Oleh :
Yusuf Nurhidayat - K7122344 - Fak. KIP
Yusuf Nurhidayat.
K7122344. Pembimbing: Dr. Roy Ardiansyah, S.Pd., M.Pd. STRATEGI PEMBELAJARAN
MENYENANGKAN BERBASIS PROYEK DALAM PENDIDIKAN ALTERNATIF: STUDI KASUS KOMUNITAS
BELAJAR QARYAH THAYYIBAH. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi
oleh kesenjangan antara kebijakan pendidikan yang mengamanatkan pembelajaran
bermakna dan berpusat pada peserta didik dengan realitas praktik di sekolah
formal yang masih konvensional. Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT) hadir
sebagai lembaga pendidikan alternatif yang mengembangkan pembelajaran berbasis
proyek dengan menempatkan peserta didik sebagai subjek utama. Penelitian
bertujuan mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran menyenangkan berbasis
proyek di KBQT, mencakup proses perancangan, pelaksanaan, peran fasilitator,
dan keterlibatan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam,
observasi partisipatif, dan studi dokumen yang melibatkan pengelola,
pendamping, dan tiga peserta didik. Keabsahan data diuji melalui triangulasi
sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi
pembelajaran menyenangkan berbasis proyek di KBQT dibangun melalui empat aspek
utama yang saling terkait. Pertama, kurikulum berbasis kebutuhan memberikan
kebebasan belajar sesuai minat dan potensi peserta didik. Kedua, otonomi
belajar memungkinkan peserta didik menentukan dan mengelola proyek secara
mandiri dalam suasana tanpa tekanan. Ketiga, pendamping berperan sebagai
fasilitator yang membangun relasi dialogis tanpa menjadi pusat pengetahuan.
Keempat, keterlibatan peserta didik dalam seluruh siklus proyek mendorong
lahirnya karya yang bermakna. Temuan penelitian menegaskan bahwa pembelajaran
menyenangkan dalam pendidikan alternatif terbentuk melalui kebebasan,
partisipasi aktif, relasi demokratis, dan pengalaman belajar yang relevan
dengan kehidupan peserta didik.