Abstrak
Penerapan Service Excellent pada Pelayanan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Karanganyar
Oleh :
Dinda Nailany Ayu Puspita - V0723024 - Sekolah Vokasi
Dinda Nailany Ayu Puspita. V0723024. Penerapan Service Excellent pada Pelayanan Peserta
Offline BPJS Ketenagakerjaan Kantor
Cabang Karanganyar. Program Studi Diploma III Manajemen Administrasi, Sekolah
Vokasi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. 2026. Pelayanan prima (service
excellent) merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pelayanan
publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. BPJS Ketenagakerjaan Kantor
Cabang Karanganyar sebagai penyelenggara program jaminan sosial ketenagakerjaan
dituntut untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan profesional
kepada peserta. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan service excellent pada pelayanan peserta serta mengidentifikasi
kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya di
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Karanganyar. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui
observasi nonpartisipan, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Informan
penelitian terdiri atas Kepala Kantor Cabang, petugas pelayanan, dan peserta
BPJS Ketenagakerjaan. Analisis
data dilakukan melalui
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan service excellent pada pelayanan peserta
telah dilaksanakan dengan
baik berdasarkan konsep
6A, yaitu Ability, Attitude, Appearance, Attention,
Action, dan Accountability. Petugas pelayanan memiliki kompetensi yang
didukung oleh proses rekrutmen, pendidikan, pelatihan, serta evaluasi kinerja
secara berkala. Sikap pelayanan, penampilan, perhatian terhadap kebutuhan
peserta, tindakan pelayanan yang sesuai standar waktu pelayanan, serta tanggung
jawab dalam penyelesaian layanan telah diterapkan sesuai standar operasional
prosedur yang berlaku. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa
kendala dalam penerapan
service excellent, yaitu
antrean pelayanan yang relatif panjang
pada waktu tertentu
serta gangguan pada layanan digital dan sistem yang dapat memperlambat
proses pelayanan, Oleh karena itu, penguatan infrastruktur sistem pelayanan
digital, khususnya melalui peningkatan kapasitas server dan pemeliharaan sistem secara berkala.