;

Abstrak


PENGARUH KONSTRUK HEALTH BELIEF MODEL TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN POLA MAKAN PADA REMAJA PUTRI DI KABUPATEN BREBES


Oleh :
Pratiwi Perwirati Nurlaeli Putri - S022502007 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada status kesehatan, prestasi belajar, dan kesehatan reproduksi di masa depan. Meskipun program pemberian Tablet Tambah Darah telah dilaksanakan, kepatuhan konsumsi TTD dan pola makan sehat masih belum optimal. Health Belief Model merupakan teori yang menjelaskan perilaku kesehatan berdasarkan persepsi dan keyakinan individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konstruk HBM terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan pola makan pada remaja putri di Kabupaten Brebes.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 422 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik multistage sampling dari sekolah di wilayah kerja Puskesmas Kluwut, Siwuluh, dan Wanasari, Kabupaten Brebes. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana serta regresi linier berganda.Hasil: Persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan efikasi diri tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan pola makan pada remaja putri (p > 0,05), sedangkan isyarat untuk bertindak berpengaruh signifikan (B = 0,31; CI95%: = 0,06 hingga 0,55; p = 0,015). Secara simultan, konstruk Health Belief Model berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan pola makan pada remaja putri (F = 3,33; p = 0,003). Kesimpulan: Persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan efikasi diri tidak berpengaruh terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan pola makan pada remaja putri, sedangkan isyarat untuk bertindak merupakan konstruk Health Belief Model yang paling berpengaruh. Secara simultan, konstruk Health Belief Model berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan pola makan pada remaja putri. Oleh karena itu, upaya pencegahan anemia perlu difokuskan pada penguatan isyarat untuk bertindak melalui edukasi kesehatan, pengingat rutin, serta dukungan dari guru, tenaga kesehatan, keluarga, dan teman sebaya.