Abstrak


Strategi Pengembangan Bisnis Beras CV Parikesit Lesung Jumengglong di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah


Oleh :
Andina Rahmawati - H0822018 - Fak. Pertanian

CV Parikesit Lesung Jumengglong merupakan salah satu usaha penggilingan padi di Kabupaten Karanganyar yang dalam pengembangan bisnisnya masih menghadapi beberapa masalah baik dari luar atau dalam perusahaan. Permasalahan yang dihadapi: fluktuasi ketersediaan gabah, meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas beras, serta tingginya persaingan usaha penggilingan padi di Kabupaten Karanganyar. Perusahaan juga menghadapi masalah dari dalam seperti tenaga kerja yang terbatas, belum optimalnya sistem pencatatan dan pembagian tugas, promosi yang masih terbatas, serta pengemasan yang masih semi-manual. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor eksternal dan internal, merumuskan alternatif strategi serta menentukan strategi prioritas yang dapat diterapkan pada CV Parikesit Lesung Jumengglong.Penelitian ini menggunakan metode dasar deskriptif kualitatif dan penentuan responden secara purposive sampling. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder yang didapatkan melalui kegiatan wawancara bersama key informants, observasi, pencatatan, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan yaitu Matriks EFE, Matriks IFE, Matriks Grand Strategy, Matriks SWOT, dan QSPM.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal dan internal yang memengaruhi pengembangan bisnis beras CV Parikesit Lesung Jumengglong terdiri atas 6 peluang, 5 ancaman, 9 kekuatan, dan 7 kelemahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan berada pada kuadran 1 dengan titik koordinat 1,543 dan 0,311 sehingga strategi yang sesuai adalah strategi progresif (SO). Terdapat 4 alternatif strategi yang dihasilkan yaitu: (1) meningkatkan kapasitas produksi beras untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar melalui optimalisasi kapasitas mesin, tenaga kerja terampil, dan ketersediaan bahan baku. (2) mengoptimalkan penjualan langsung melalui penguatan branding, dengan memanfaatkan legalitas usaha, pemasaran digital dan partisipasi aktif pada pameran pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan konsumen. (3) menguatkan diferensiasi produk berdasarkan jenis beras, grade mutu, ukuran kemasan dan segmen konsumen melalui pemanfaatan teknologi secara optimal. (4) mengembangkan jaringan pemasok dan pengadaan gabah terencana untuk meningkatkan volume bahan baku dan mendukung peningkatan produksi. Berdasarkan hasil analisis QSPM menunjukkan bahwa strategi prioritas yang dapat diterapkan adalah meningkatkan kapasitas produksi beras untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar melalui optimalisasi kapasitas mesin, tenaga kerja terampil, dan ketersediaan bahan baku dengan nilai TAS tertinggi sebesar 5,897.