;

Abstrak


Hubungan Konsumsi Buah dan Sayur, Kopi Ready to Drink, Aktivitas Olahraga, dan Tingkat Stres dengan Dismenorea Primer pada Siswi dengan Obesitas Sentral di SMA Negeri Kota Surakarta


Oleh :
Febi Febriana Kusnaidi - S532408025 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Dismenorea primer merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Kejadian dismenorea dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor gaya hidup seperti frekuensi konsumsi, aktivitas olahraga, dan konsumsi minuman berkafein, maupun faktor psikologis seperti tingkat stres. Pada remaja dengan obesitas sentral, risiko terjadinya dismenorea dapat meningkat akibat ketidakseimbangan hormonal yang memicu produksi prostaglandin berlebih.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi buah dan sayur, kopi ready to drink, aktivitas olahraga, dan tingkat stres dengan dismenorea primer pada remaja dengan obesitas sentral.Metode: Studi cross-sectional dengan metode multistage sampling ini mengumpulkan data dari 128 siswi dengan obesitas sentral. Data konsumsi buah dan sayur, kopi ready to drink, aktivitas olahraga, dan tingkat stres dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis statistik dilakukan menggunakan software statistik.Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa konsumsi buah dan sayur (p = 0,004), konsumsi kopi ready to drink (p < 0,001), aktivitas olahraga (p < 0,001), tingkat stres (p = 0,034), riwayat keluarga (p = 0,001), kualitas tidur (p = 0,003), dan lingkar pinggang (p < 0,001) berhubungan signifikan dengan tingkat nyeri dismenorea primer. Analisis multivariabel menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap dismenorea primer. Aktivitas olahraga merupakan faktor paling dominan, di mana responden yang tidak rutin berolahraga memiliki risiko hingga 7,49 kali lebih besar mengalami dismenorea primer (p < 0,001). Konsumsi buah dan sayur tidak rutin (OR = 3,21; p = 0,012), tidak pernah konsumsi kopi ready to drink (OR = 0,27; p = 0,028), lingkar pinggang (p < 0,05), dan tingkat stres (p < 0,05) juga berpengaruh signifikan. Setelah dikontrol, riwayat keluarga (OR = 2,53; p = 0,026) dan kualitas tidur (OR = 0,34; p = 0,012) tetap signifikan, sedangkan usia menarche tidak signifikan (p = 0,667). Kesimpulan: Konsumsi buah dan sayur, kopi ready to drink, aktivitas olahraga, dan tingkat stres berhubungan secara signifikan dengan dismenorea primer pada siswi dengan obesitas sentral di SMA Negeri Kota Surakarta.