;

Abstrak


Peran Parameter Inflamasi Sebagai Prediktor Rekurensi Pada Pasien Endometriosis


Oleh :
Imam Hertian M - S972008003 - Fak. Kedokteran

Pendahuluan: Endometriosis merupakan penyakit inflamasi kronis dengan angka rekurensi yang masih tinggi meskipun telah diberikan terapi operatif maupun hormonal. Extended inflammation parameters seperti neutrophil reactivity intensity (neut-RI), neutrophil granularity intensity (neut-GI), neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) dan immature granulocyte (IG) berpotensi menjadi biomarker prediktif karena mencerminkan respons inflamasi sistemik.. Tujuan: Menganalisis peran neut-RI, neut-GI, NLR dan IG sebagai prediktor rekurensi pada pasien endometriosis. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain kohort prospektif dilakukan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada April hingga pertengahan Juli 2026, melibatkan 55 pasien endometriosis. Pemeriksaan neut-RI, neut-GI, NLR dan IG dilakukan menggunakan Sysmex XR-1000. Analisis meliputi uji komparatif, ROC, nilai cut-off, nilai diagnostik, serta regresi logistik bivariat dan multivariat. Hasil: Neutrophil reactivity intensity pada kelompok rekuren lebih tinggi dibandingkan non-rekuren (47,12 ± 2,82 vs 45,73 ± 2,31 FI), tetapi tidak bermakna (p=0,057). Median IG lebih tinggi pada kelompok rekuren (0,30 vs 0,20%; p=0,013). Neutrophil granularity intensity dan NLR tidak berbeda bermakna. Immature granulocyte memiliki AUC tertinggi (0,702), sedangkan regresi multivariat menunjukkan hanya neut-RI sebagai prediktor independen rekurensi (OR=1,413; IK95%: 1,039–1,922; p=0,028). Simpulan: Neutrophil reactivity intensity merupakan biomarker inflamasi yang berpotensi sebagai prediktor independen rekurensi endometriosis. Pemeriksaan neut-RI berpotensi dimanfaatkan sebagai biomarker tambahan dalam membantu memprediksi rekurensi endometriosis.