Abstrak
Peran Sutradara Dalam Proses Produksi Film Dokumenter “Tedhak Psiten"
Oleh :
Farrel Apta Rezqi - V1123053 - Sekolah Vokasi
Film dokumenter “Tedhak Psiten” diproduksi sebagai sarana edukasi masyarakat mengenai tradisi Tedhak Siten yang bukan sekadar ritual budaya Jawa, melainkan sebuah medium kultural yang secara historis merekam fase krusial tumbuh kembang anak usia tujuh hingga delapan bulan, baik secara fisik, kognitif, maupun sosial-emosional. Tujuan dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah untuk menguraikan dan mendeskripsikan secara komprehensif peran serta tanggung jawab operasional seorang sutradara dalam keseluruhan tahapan penciptaan film dokumenter tersebut.Proses penciptaan karya ini mengaplikasikan format dokumenter ekspositori yang diimplementasikan melalui tiga tahapan utama, yakni praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Pada tahap praproduksi, sutradara bertanggung jawab dalam merumuskan arah kreatif, menyusun script treatment, merancang panduan visual, serta memimpin observasi lapangan dan pembacaan naskah. Selama tahap produksi, sutradara memimpin eksekusi shooting script secara langsung, memberikan instruksi visual kepada penata kamera, mengarahkan narasumber saat wawancara, serta memastikan kesinambungan narasi. Selanjutnya, pada tahap pascaproduksi, sutradara menjalankan fungsi pengawasan kualitas (quality control) dengan mendampingi penyunting gambar (editor) dalam menyusun alur cerita pada proses offline dan online editing hingga mencapai tahapan penyelesaian akhir.Hasil dari proyek Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa sutradara memegang peranan pada aspek kreatif yang bertugas menjembatani realitas faktual di lapangan dengan interpretasi penceritaan visual. Melalui arahan yang terstruktur, film dokumenter “Tedhak Psiten” berhasil memvisualisasikan relevansi yang kuat antara nilai-nilai filosofis tradisi Tedhak Siten dengan konsep psikologi perkembangan anak modern, salah satunya terkait pembentukan self-efficacy.