Abstrak
Inovasi Sosis Vegan Dengan Substitusi Sebagian Tepung Tapioka Oleh Tepung Kacang Merah Sebagai Makanan Tinggi Serat
Oleh :
Angga Seva Gustava - V1823007 - Sekolah Vokasi
Sosis vegan merupakan produk pangan berbasis nabati yang dikembangkan sebagai
alternatif pengganti sosis berbahan baku daging. Produk ini memanfaatkan bahanbahan nabati yang memiliki kandungan gizi tinggi sehingga dapat menjadi pilihan
bagi masyarakat yang menerapkan pola makan vegetarian, vegan, maupun yang
ingin mengurangi konsumsi protein hewani. Pada penelitian ini, sosis vegan dibuat
menggunakan tahu dan jamur tiram sebagai bahan utama dengan substitusi tepung
kacang merah untuk meningkatkan nilai gizi dan memperbaiki karakteristik produk.
Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pembuatan, menentukan formula terbaik
berdasarkan uji sensoris, menganalisis karakteristik kimia, serta mengevaluasi
kelayakan ekonomi sosis vegan dengan substitusi sebagian tepung tapioka oleh
tepung kacang merah sebagai makanan tinggi serat. Penelitian menggunakan tiga
formulasi, yaitu F1, F2, dan F3 dengan variasi proporsi tepung kacang merah dan
tepung tapioka. Penentuan formula terbaik dilakukan melalui uji sensoris
menggunakan 32 panelis tidak terlatih terhadap parameter warna, aroma, rasa,
tekstur, dan overall. Formula terbaik selanjutnya dianalisis kadar air, kadar abu,
kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, kadar serat pangan total, serta
dilakukan analisis kelayakan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
formula F1 merupakan formula terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis.
Formula tersebut memiliki kadar air 65,98%±0,41, kadar abu 1,01%±0,27, kadar
lemak 4,38%±0,01, kadar protein 4,20%, kadar karbohidrat 24,43%, kadar serat
pangan total 6,06%, dan nilai energi sebesar 554,18 kkal per kemasan 360 gram.
Berdasarkan SNI 3820:2024, kadar air, kadar abu, dan kadar lemak telah memenuhi
persyaratan mutu, sedangkan kadar protein masih berada di bawah standar. Hasil
analisis ekonomi menunjukkan bahwa usaha produksi sosis vegan layak untuk
dikembangkan dengan harga jual Rp22.000 per kemasan, ROI 10,67%, Payback
Period 9 bulan, B/C Ratio 1,48, NPV sebesar Rp277.617.405,18, dan IRR sebesar
125,88%.