Abstrak
Pemodelan Building Information Modeling (BIM) dan Animasi Metode Pelaksanaan Pembangunan Gedung Puskesmas Kusuma Wijaya
Oleh :
Daffa Fauza Akbar - V4223015 - Sekolah Vokasi
Perkembangan
teknologi Building Information Modeling (BIM) telah mengubah proses
perencanaan dan pelaksanaan konstruksi melalui pemanfaatan model digital tiga
dimensi yang terintegrasi. Dibandingkan dengan gambar kerja dua dimensi, BIM
mampu menyajikan informasi bangunan secara lebih akurat sehingga mempermudah
visualisasi dan penyusunan tahapan pekerjaan konstruksi. Namun, pembelajaran
metode pelaksanaan konstruksi masih didominasi oleh gambar dua dimensi dan
uraian tekstual, sehingga mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami urutan
serta keterkaitan setiap tahapan pekerjaan. Oleh karena itu, diperlukan media
pembelajaran yang mampu menggambarkan tahapan pelaksanaan konstruksi secara
lebih visual, sistematis, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan
model Building Information Modeling (BIM) Gedung Puskesmas Kusuma Wijaya
menggunakan Autodesk Revit serta menyusun visualisasi simulasi metode
pelaksanaan konstruksi menggunakan D5 Render sebagai media pembelajaran
interaktif mahasiswa Jurusan Teknik Sipil.Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus pada Perencanaan Gedung
Puskesmas Kusuma Wijaya di Kota Surakarta. Tahapan penelitian meliputi
pemodelan elemen struktur dan arsitektur berdasarkan gambar Detailed
Engineering Design (DED) menggunakan Autodesk Revit, penyusunan sequence
of work, serta pembuatan animasi simulasi menggunakan D5 Render.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Autodesk Revit mampu menghasilkan model BIM tiga dimensi yang terintegrasi
sebagai dasar penyusunan metode pelaksanaan konstruksi. Model tersebut kemudian
divisualisasikan menggunakan D5 Render menjadi animasi simulasi yang
menampilkan tahapan pembangunan secara berurutan, mulai dari pekerjaan
persiapan hingga pekerjaan finishing. Visualisasi animasi yang dihasilkan mampu
memprsentasikan proses pembangunan secara lebih jelas, sistematis, dan
realistis sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk membantu
mahasiswa memahami urutan tahapan metode pelaksanaan konstruksi.