Abstrak


PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR KLOROFIL BABY KAILAN (Brassica oleracea L.) KULTIVAR KL2224 DALAM SISTEM HIDROPONIK NUTRIENT FILM TECHNIQUE


Oleh :
Putri Nida Fahira - M0422070 - Fak. MIPA

Baby kailan (Brassica oleracea L.) pada sistem hidroponik umumnya menggunakan larutan nutrisi AB Mix berbasis pupuk anorganik sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Salah satu upayanya adalah dengan memanfaatkan limbah organik, seperti kulit buah nanas, kulit buah naga, dan batang semu pisang sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC berbahan limbah kulit buah nanas, kulit buah naga, dan batang semu pisang terhadap pertumbuhan dan kadar klorofil baby kailan pada sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu K+ (AB Mix 100%); P1 (POC 150 ppm); P2 (POC 200 ppm); dan P3 (POC 250 ppm), masing-masing lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah, berat kering, dan kadar klorofil daun. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25 melalui uji one way ANOVA yang dilanjutkan uji Duncan atau uji Kruskal-Wallis sesuai karakteristik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kadar klorofil baby kailan. Perlakuan AB Mix 100% menghasilkan pertumbuhan dan kadar klorofil tertinggi. Di antara perlakuan POC, konsentrasi 150 ppm memberikan respons terbaik, meskipun tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 200 ppm dan 250 ppm serta belum mampu menyamai perlakuan AB Mix 100%. POC berbahan limbah organik tersebut berpotensi sebagai nutrisi alternatif pada sistem hidroponik NFT, namun formulasi dan konsentrasi aplikasinya masih perlu dioptimalkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kadar klorofil baby kailan.